SerambiMuslim.com – Ahli gizi, Rita Ramayulis, mengingatkan masyarakat membatasi karbohidrat saat sahur.
Ia menilai konsumsi berlebihan dapat membebani pankreas dan ginjal.
“Karbohidrat akan diubah menjadi glukosa di dalam tubuh,” ujarnya, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurut dia, kadar glukosa tinggi memicu produksi insulin meningkat. Insulin diproduksi pankreas untuk menurunkan gula darah.
Rita menjelaskan anggapan makan karbohidrat banyak membuat tubuh lebih kuat kurang tepat. Asupan berlebih justru meningkatkan lonjakan hormon insulin.
Lonjakan insulin mendorong glukosa masuk ke sel dan tersimpan sebagai lemak. Kadar gula darah tinggi juga memengaruhi kerja ginjal.
Ginjal harus menyaring darah dengan kandungan glukosa tinggi. “Semakin kental darah oleh glukosa, semakin berat kerja filtrasi ginjal,” katanya.
Lanjutnya menjelaskan, karbohidrat berlebih memicu rasa lelah dan mengantuk. Kondisi itu terjadi akibat proses metabolisme dan fluktuasi gula darah.
Rita menyarankan memilih karbohidrat kompleks dalam porsi secukupnya. Perbanyak konsumsi sayur dan protein rendah lemak saat sahur.
“Utamakan sayur dan protein rendah lemak, karbohidrat secukupnya,” tegasnya.
Bagi pelaku diet, sumber karbohidrat bisa dari buah atau umbi rebus.
Pola sahur seimbang membantu menjaga energi tanpa membebani organ tubuh. ***






