Israel Larang Azan Berkumandang di Masjid Al-Aqsa

Kementerian Urusan Agama dan Wakaf Palestina mencatat 27 serangan ke Masjid Al-Aqsa dan 92 pelarangan azan di Hebron. (Foto: muslimhands.org.uk)

SerambiMuslim.com – Kementerian Urusan Agama dan Wakaf Palestina melaporkan puluhan pelanggaran Israel terhadap situs suci Islam sepanjang Desember 2025.

Pasukan pendudukan Israel bersama pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem sebanyak 27 kali.

Selain itu, azan di Masjid Ibrahimi, Hebron, dicegah sebanyak 92 kali oleh otoritas pendudukan.

Laporan tersebut diterbitkan Kementerian Urusan Agama dan Wakaf Palestina pada Ahad (4/1/2026).

“Serangan terhadap Masjid Al-Aqsa meningkat secara signifikan selama Desember,” tulis kementerian dalam laporannya.

Kementerian mencatat serbuan bertepatan dengan perayaan Hanukkah oleh pemukim Israel.

Puluhan pemukim memasuki kompleks masjid pada hari pertama Hanukkah dengan pengawalan ketat pasukan pendudukan.

Seruan juga muncul untuk melakukan serangan harian sepanjang pekan liburan tersebut.

Upaya ritual penyalaan lilin dilaporkan dilakukan di halaman masjid di bawah perlindungan militer.

Kementerian memperingatkan bahaya serius dari pelanggaran berulang terhadap Masjid Al-Aqsa.

“Ini bagian dari kebijakan sistematis untuk menormalisasi ibadah Yahudi di dalam masjid,” tegas kementerian.

Kebijakan tersebut dinilai bertujuan memperkuat pembagian waktu dan ruang di situs suci.

Kementerian menyerukan warga Palestina tetap hadir di Masjid Al-Aqsa dan Masjid Ibrahimi.

Kehadiran jamaah disebut sebagai bentuk perlindungan terhadap praktik pendudukan.

Otoritas pendudukan juga membatasi akses warga Palestina dari Tepi Barat ke Yerusalem.

Ribuan warga dilarang masuk kecuali memiliki izin khusus. Izin tersebut harus digunakan untuk melewati pos pemeriksaan militer di sekitar Yerusalem.