SerambiMuslim.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan keuangan syariah dan sektor riil akan tumbuh saling menguatkan. Penguatan keduanya dinilai menjadi kunci mendorong ekonomi berbasis masyarakat.
“Keuangan syariah tidak bisa dilepaskan dari sektor riil. Di situlah keduanya tumbuh berdampingan,” ujar Ferry saat Penutupan Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah 2026 di Jakarta, Kamis, 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, aktivitas ekonomi seperti UMKM, industri halal, dan usaha produktif menjadi fondasi utama pengembangan keuangan syariah di Indonesia.
Ferry menekankan pentingnya memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah hingga ke tingkat desa. Upaya ini dinilai krusial untuk memperkuat basis ekonomi masyarakat.
Menurut dia, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat menjadi penggerak utama ekosistem tersebut. Saat ini, puluhan ribu unit koperasi telah terbentuk dengan berbagai fasilitas pendukung.
“Dengan pendekatan terintegrasi, koperasi desa berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan,” katanya.
Pemerintah, lanjut Ferry, akan memprioritaskan produk UMKM daerah untuk masuk ke jaringan ritel koperasi desa. Langkah ini diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.
“Kami menjamin produk UMKM akan diprioritaskan masuk ke gerai koperasi desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga bertujuan mengubah pola masyarakat dari konsumen menjadi produsen. Program kurasi, inkubasi, dan pembiayaan akan terus diperkuat.
“Banyak produk daerah yang berkualitas, tetapi sulit masuk ritel. Kini kami buka peluang itu,” kata Ferry.
Di sisi lain, Kementerian Koperasi juga mendorong sinergi antar koperasi. Koperasi besar diharapkan menjadi pembina bagi koperasi desa.
Ferry mencontohkan Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo) yang dinilai memiliki kapasitas untuk menjadi “kakak asuh” bagi koperasi desa.
“Koperasi besar bisa membimbing koperasi desa melalui pengalaman dan aset yang dimiliki,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, di Jawa Timur terdapat ribuan koperasi desa yang membutuhkan dukungan distribusi dan manajemen usaha. Peran koperasi besar dinilai strategis untuk memperkuat rantai pasok.
“Kopelindo bisa bersinergi dengan BUMD dan mitra bisnis untuk menjadi pusat distribusi,” kata Ferry.
Menurutnya, langkah tersebut akan membentuk ekosistem bisnis koperasi yang terintegrasi. Konsep ini diharapkan menjadi model penguatan ekonomi berbasis koperasi.
“Kita perlu membangun sinergi koperasi, seperti halnya sinergi di BUMN,” ujar Ferry. ***







