SerambiMuslim.com – Alquran mengabadikan berbagai gambaran karakter manusia sebagai pelajaran bagi umat. Salah satunya termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat ke-96 yang menjelaskan kecenderungan berlebihan terhadap kehidupan dunia.
Allah SWT berfirman:
وَلَتَجِدَنَّهُمْ اَحْرَصَ النَّاسِ عَلٰى حَيٰوةٍۛ وَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْاۛ يَوَدُّ اَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ اَلْفَ سَنَةٍۚ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهٖ مِنَ الْعَذَابِ اَنْ يُّعَمَّرَۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا يَعْمَلُوْنَࣖ
Artinya: “Engkau (Nabi Muhammad) sungguh-sungguh akan mendapati mereka sebagai manusia yang paling tamak terhadap kehidupan (dunia), bahkan lebih dari orang-orang musyrik. Setiap orang dari mereka ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.”
Ulama tafsir Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan sikap berlebihan dalam mencintai kehidupan dunia.
Menurutnya, sebagian manusia memiliki kecenderungan untuk mempertahankan hidup selama mungkin, bahkan menginginkan usia yang sangat panjang, tanpa diiringi kesadaran terhadap tanggung jawab moral dan kehidupan akhirat.
“Kehidupan yang bagaimana pun bentuknya, yang penting adalah dapat terus hidup,” tulis Quraish Shihab dalam penafsirannya.
Ia menjelaskan, keinginan untuk hidup lama tersebut muncul karena kekhawatiran terhadap konsekuensi amal di akhirat. Padahal, sepanjang apa pun usia seseorang, hal itu tidak akan menghindarkannya dari balasan atas perbuatannya.
Ayat ini sekaligus menegaskan bahwa panjangnya usia bukan jaminan keselamatan. Setiap individu tetap akan mempertanggungjawabkan amalnya di hadapan Allah SWT.
“Tidak akan menggeser sedikit pun dari siksa, apalagi membebaskan darinya. Setiap orang akan menerima balasan sesuai dengan perbuatannya,” jelasnya.
Melalui ayat ini, Alquran mengingatkan pentingnya menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat, serta tidak terjebak dalam kecintaan berlebihan terhadap dunia semata. ***







