Fikih  

Islam Ajarkan, Jangan Memandang Rendah Orang Miskin

Islam menegaskan bahwa kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh harta, melainkan ketakwaan. Hadis dan Alquran juga menjelaskan keutamaan orang miskin yang ikhlas dan dekat dengan Allah SWT. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Dalam ajaran Islam, seluruh manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT. Pembeda utama di antara mereka hanyalah tingkat ketakwaan, yang hakikatnya hanya diketahui oleh Allah SWT.

Kemuliaan seseorang juga tidak ditentukan oleh harta yang dimilikinya. Sebaliknya, sejumlah riwayat justru menunjukkan bahwa orang-orang yang hidup dalam kesederhanaan memiliki kedudukan mulia di sisi Allah.

Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Harits bin Wahb menyebutkan bahwa penghuni surga adalah mereka yang lemah dan dipandang lemah oleh manusia. Namun, doa mereka mustajab di sisi Allah.

Sebaliknya, penghuni neraka digambarkan sebagai orang yang sombong, kikir, serta gemar menumpuk harta.

Para ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud “orang lemah” bisa merujuk pada kaum miskin, namun juga dapat berarti mereka yang rendah hati serta tidak menyombongkan diri.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang beriman yang miskin dapat masuk surga lebih dahulu dibandingkan orang kaya, dengan selisih waktu yang sangat panjang menurut ukuran akhirat.

Hadis lain juga menegaskan bahwa pertolongan Allah kepada umat ini sering kali datang melalui orang-orang yang lemah, melalui doa, shalat, dan keikhlasan mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi seseorang untuk memiliki kedekatan dengan Allah SWT.

Doa orang-orang yang tulus justru memiliki kekuatan spiritual yang tinggi karena lahir dari hati yang bersih.

Dengan demikian, kemiskinan tidak identik dengan hilangnya kehormatan. Rasulullah SAW menegaskan bahwa orang miskin bukanlah mereka yang tidak mendapatkan makanan, melainkan mereka yang tidak memiliki kecukupan, namun tetap menjaga kehormatan diri dan tidak meminta-minta secara berlebihan.

Dalam Alquran surah Al-Mudatsir, Allah SWT juga menegaskan salah satu sebab seseorang dimasukkan ke dalam neraka Saqar, yakni karena tidak menunaikan shalat dan tidak memberi makan orang miskin.

Pesan ini menegaskan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi kepedulian sosial, serta melarang sikap abai terhadap kaum dhuafa yang membutuhkan perhatian dan bantuan. (*)