Global  

Arab Saudi Lagi Cari Desain Payung Baru untuk Jemaah Haji

ILUSTRASI - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi membuka tantangan inovasi untuk menciptakan payung yang lebih aman, nyaman, dan praktis bagi jemaah haji serta umrah. (Foto: Chatgpt/Serambi Muslim)

SerambiMuslim.com – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi membuka tantangan inovasi untuk mengembangkan payung pribadi yang lebih nyaman, aman, dan praktis bagi jemaah haji maupun umrah.

Program ini mengundang inovator, desainer, pengembang, hingga organisasi yang memiliki keahlian untuk mengajukan konsep payung yang dapat diwujudkan menjadi produk nyata.

Dikutip dari kantor berita Saudi Press Agency (SPA), inisiatif tersebut bertujuan meningkatkan pengalaman sekaligus keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Pengembangan payung diarahkan untuk memperkuat perlindungan dari paparan sinar matahari, meningkatkan kemudahan penggunaan, mendukung efisiensi operasional, serta menghadirkan produk yang berkelanjutan.

Kementerian menegaskan, tantangan ini tidak hanya berfokus pada desain yang menarik, tetapi juga harus memenuhi berbagai kebutuhan teknis dan operasional jemaah. Payung yang dikembangkan diharapkan berbobot ringan, mudah dibawa, dan praktis digunakan.

Selain itu, payung harus mampu memberikan perlindungan tinggi terhadap sinar ultraviolet (UV). Ketahanan terhadap kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi juga menjadi syarat penting. Desain produk harus tetap aman digunakan di tengah kepadatan jemaah yang tinggi.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga meminta agar rancangan payung selaras dengan identitas visual kawasan suci. Produk yang dihasilkan harus memungkinkan untuk diproduksi secara massal dan digunakan selama musim haji maupun umrah.

Pengembangan payung ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan perlindungan jemaah saat beraktivitas di bawah suhu panas. Payung yang lebih efektif diharapkan dapat membantu mengurangi paparan panas sekaligus meningkatkan kenyamanan dan mobilitas jemaah.

Aspek kepadatan kawasan juga menjadi perhatian dalam proses desain. Ukuran, bentuk, dan mekanisme penggunaan payung harus dirancang agar tidak menghambat pergerakan jemaah maupun mengganggu kelancaran arus manusia di area yang ramai.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa perlengkapan sederhana seperti payung kini diposisikan sebagai bagian dari sistem pelayanan jemaah. Program ini juga bertujuan membangun identitas visual yang seragam bagi payung yang digunakan selama musim haji dan umrah.

Dengan adanya keseragaman, pengelolaan layanan diharapkan menjadi lebih mudah sekaligus membantu identifikasi perlengkapan jemaah di tengah kepadatan. Kementerian menekankan bahwa solusi yang dihasilkan harus bersifat praktis dan dapat diterapkan secara luas. (*)