SerambiMuslim.com – Arab Saudi meluncurkan skema Visa Package atau Visa Paket yang memungkinkan wisatawan mengurus visa turis elektronik sekaligus memesan paket perjalanan dalam satu proses. Indonesia menjadi salah satu dari enam negara pertama yang dapat memanfaatkan layanan baru tersebut.
Selain Indonesia, program ini juga dibuka bagi warga negara Yordania, Mesir, India, Bangladesh, dan Meksiko.
Mengutip Saudi Gazette, Senin (13/7), Visa Package mengintegrasikan pemesanan tiket pesawat, hotel berlisensi, serta visa turis elektronik. Dengan sistem tersebut, calon wisatawan tidak perlu lagi mengajukan visa secara terpisah.
Setelah pembelian paket perjalanan selesai dilakukan, visa akan diterbitkan secara elektronik dengan waktu pemrosesan maksimal 48 jam.
Melalui skema ini, pemohon juga tidak perlu datang ke Kedutaan Besar Arab Saudi maupun mengurus visa secara mandiri.
Untuk memperoleh layanan tersebut, wisatawan harus memilih paket perjalanan dari agen resmi, menyelesaikan pembayaran secara digital, kemudian seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa elektronik dan asuransi perjalanan, akan dikirim melalui email.
Saat ini Kementerian Pariwisata Arab Saudi menunjuk dua agen perjalanan resmi sebagai penyedia layanan, yakni Reserval dan Almosafer.
Visa yang diterbitkan melalui program ini merupakan visa turis sekali masuk (single entry) dengan masa berlaku tiga bulan.
Pemegang visa dapat tinggal di Arab Saudi paling singkat dua hari dan paling lama 88 hari. Apabila paket perjalanan dibatalkan, visa yang terkait juga otomatis dibatalkan dan tidak dapat dibatalkan secara terpisah.
Paket perjalanan yang ditawarkan wajib mencakup tiket pesawat pulang-pergi yang telah dikonfirmasi, akomodasi di hotel berlisensi Kementerian Pariwisata Arab Saudi dengan klasifikasi minimal bintang empat, serta pengurusan visa elektronik.
Pemerintah Arab Saudi menetapkan harga minimum paket sebesar 4.000 riyal Saudi per orang dewasa untuk dua hari pertama. Setelah itu dikenakan biaya tambahan sebesar 1.000 riyal Saudi untuk setiap hari berikutnya.
Selain layanan utama tersebut, wisatawan dapat menambahkan berbagai fasilitas opsional, seperti tiket acara, kunjungan ke destinasi wisata, maupun aktivitas rekreasi lainnya.
Meski paket perjalanan tidak mencakup layanan di Kota Makkah dan Madinah, termasuk pengaturan ibadah umrah, pemegang visa tetap diperbolehkan mengunjungi kedua kota suci tersebut setelah memasuki wilayah Arab Saudi.
Apabila terjadi pembatalan penerbangan atau akomodasi karena kondisi tertentu, proses pengembalian dana maupun perubahan jadwal akan mengikuti kebijakan maskapai atau penyedia layanan perjalanan terkait.
Kementerian Pariwisata Arab Saudi menyatakan program Visa Package akan diperluas secara bertahap dengan menambah negara-negara lain yang memenuhi persyaratan. (*)







