SerambiMuslim.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengusulkan pembentukan front keamanan bersama bagi negara-negara muslim yang disebut memiliki semangat serupa dengan aliansi pertahanan NATO.
Usulan itu disampaikan Pezeshkian saat kunjungan kenegaraan ke Pakistan. Menurutnya, negara-negara Islam perlu memperkuat koordinasi dan solidaritas untuk menghadapi berbagai tantangan regional.
Dikutip dari Tasnim, Pezeshkian mengatakan dirinya telah berdiskusi dengan sejumlah pemimpin negara, termasuk Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Mesir, dan Turki.
Ia mendorong pembentukan kerangka keamanan regional yang bertumpu pada dialog, saling menghormati, dan kerja sama antarnegara muslim.
Menurut Pezeshkian, perdamaian dan kemakmuran di kawasan Asia Barat serta Teluk Persia hanya dapat dicapai melalui keterlibatan aktif negara-negara di kawasan, bukan intervensi dari pihak luar.
Ia menilai keamanan, stabilitas, pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan membutuhkan komunikasi yang terbuka serta hubungan konstruktif antarnegara tetangga.
“Saya percaya umat muslim harus membentuk front bersatu,” kata Pezeshkian.
Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Islamabad, Pezeshkian menegaskan Iran siap membangun tatanan keamanan regional yang baru.
“Berdasarkan fakta ini, kami mengulurkan tangan persahabatan untuk membangun pemahaman bersama dan menciptakan struktur keamanan baru bagi negara-negara di kawasan,” ujar Pezeshkian.
Kunjungan Presiden Iran ke Islamabad dilakukan atas undangan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
Agenda tersebut berlangsung beberapa hari setelah penandatanganan Islamabad Memorandum of Understanding (MoU) pada 17 Juni 2026.
MoU yang dimediasi Pakistan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) itu mencakup penghentian perang, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta langkah awal penyelesaian sengketa melalui jalur negosiasi. (*)







