Global  

Makkah Dapat Peringatan Bahaya di Tengah Konflik Houthi

FOTO: iStockphoto/ILUSTRASI

SerambiMuslim.com – Kota Makkah dan sejumlah wilayah Arab Saudi kembali menerima peringatan potensi bahaya pada Kamis (24/9). Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi melalui akun resminya di X menyampaikan peringatan yang dikeluarkan Platform Peringatan Dini Nasional untuk Kota Makkah.

Peringatan serupa juga dikeluarkan untuk sejumlah wilayah lain, termasuk Jeddah, Yanbu, Taif, dan Tabuk. Pihak berwenang kemudian menyatakan bahaya telah berlalu di sejumlah wilayah tersebut.

Dilansir dari Hindustan Times, Jumat (25/9), peringatan untuk Makkah disampaikan untuk memberi tahu masyarakat mengenai adanya potensi bahaya.

Pemberitahuan tersebut tidak merinci jenis ancaman yang dimaksud. Namun, laporan AFP menyebut peringatan semacam itu biasanya berkaitan dengan potensi ancaman rudal atau drone.

Masyarakat yang menerima peringatan diminta tetap tenang dan mengikuti instruksi resmi dari pemerintah.

Warga diarahkan segera menuju tempat aman terdekat, seperti berada di dalam bangunan atau ruangan bagian dalam yang jauh dari jendela.

Masyarakat juga diminta tetap berada di tempat aman hingga pemberitahuan bahaya berakhir.

Warga diimbau tidak meninggalkan rumah atau bangunan, menjauhi area terbuka, jendela, kaca, balkon, dan atap.

Mereka juga diminta menghindari lokasi yang dianggap berbahaya serta tidak mendekati area yang sedang menjadi perhatian petugas.

Bagi warga yang berada di luar ruangan ketika peringatan diterima, Pertahanan Sipil Saudi menyarankan agar segera masuk ke bangunan terdekat.

Warga juga dapat berlindung di balik penghalang yang kokoh jika bangunan tidak tersedia di sekitar mereka.

Sementara pengendara yang menerima peringatan saat berada di jalan diminta menepi dan menjauhi jembatan serta gedung-gedung tinggi.

Masyarakat juga diminta tidak mendekati lokasi berbahaya ataupun mengambil gambar di area tersebut.

Untuk pelaporan kondisi darurat, masyarakat di Makkah, Madinah, Riyadh, dan Provinsi Timur dapat menghubungi 911. Sementara wilayah kerajaan lainnya menggunakan nomor 998.

Houthi Ancam Kepentingan AS

Peringatan keamanan tersebut berlangsung ketika konflik di Yaman kembali mengalami eskalasi.

Kelompok Houthi sebelumnya juga mengeluarkan peringatan kepada Amerika Serikat (AS) terkait kemungkinan Washington memberikan dukungan kepada Arab Saudi.

Penasihat militer Houthi, Abed Mohammed al-Thawr, mengatakan bahwa kepentingan AS di kawasan akan menjadi sasaran jika Washington memberikan dukungan militer kepada Arab Saudi.

Ia juga memperingatkan tindakan AS jika berupaya menguasai kembali Selat Bab el-Mandeb.

“Jika AS mengambil risiko dengan mendukung Arab Saudi melalui serangan udara atau bantuan udara. Kami akan menganggap setiap kepentingan AS di sekitar kami sebagai target, dan kami tidak akan mengecualikan apa pun,” ujar al-Thawr kepada AFP.

Ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Pada 19 September 2026, Arab Saudi mengonfirmasi upaya serangan rudal balistik Houthi ke Riyadh yang berhasil dicegat. Associated Press melaporkan tidak ada korban atau kerusakan yang dilaporkan akibat serangan tersebut.

Koalisi pimpinan Arab Saudi juga menyatakan Houthi berupaya menyerang infrastruktur sipil di Yanbu, Taif, Baysh, dan Farasan. Upaya tersebut disebut berhasil digagalkan oleh pertahanan udara Saudi.

Sementara itu, Houthi mengklaim telah menyerang sejumlah lokasi di Riyadh dan fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Yanbu. Klaim tersebut belum disertai bukti independen yang memadai. (*)