Benarkah Ada Siksa Kubur di Alam Barzakh? Alquran Menjawab

FOTO: iStockphoto/Ilustrasi

SerambiMuslim.com – Keberadaan siksa kubur di alam barzakh kerap menjadi pembahasan di tengah umat Islam. Meski sebagian mempertanyakannya, ajaran Islam menegaskan bahwa siksa kubur memiliki landasan kuat dalam Alquran dan As-Sunnah.

Sejumlah ayat Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa manusia akan melalui fase kehidupan setelah kematian sebelum tibanya hari kiamat.

Pada fase tersebut, terdapat balasan bagi manusia sesuai amalnya, termasuk azab bagi orang-orang yang ingkar dan munafik.

Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam kitab Al-Maut wa ‘Alam al-Barzakh, al-Hisab, wa al-‘Ard ‘ala al-Mizan wa al-Shirath wa Anwa‘ al-Syafa‘ah menerangkan bahwa siksa kubur adalah perkara yang benar adanya. Dasarnya adalah Alquran dan As-Sunnah. Selain keduanya, tidak terdapat dalil qath’i lainnya.

Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan siksa kubur tidak bertentangan dengan akal sehat.

Dalil dari Alquran

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 101:

“…Kami akan menyiksa mereka dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.” (QS At-Taubah: 101)

Ayat ini menjelaskan adanya dua jenis siksaan sebelum azab besar di akhirat. Sebagian ulama menafsirkan bahwa siksaan pertama terjadi di dunia akibat kemunafikan mereka, sedangkan siksaan kedua terjadi di alam barzakh setelah kematian. Adapun azab yang besar adalah siksa di akhirat setelah proses hisab.

Dalam Surah As-Sajdah ayat 21, Allah berfirman:

“Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS As-Sajdah: 21)

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa “azab yang dekat” mencakup hukuman di dunia dan juga siksa di alam barzakh. Sementara “azab yang lebih besar” adalah siksa neraka pada hari kiamat bagi orang-orang kafir, munafik, dan durhaka.

Dalil lainnya terdapat dalam Surah Gafir ayat 45–46 tentang Fir’aun dan kaumnya.

“…Neraka diperlihatkan kepada mereka pada pagi dan petang. Dan pada hari terjadinya kiamat (dikatakan), ‘Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.’” (QS Gafir: 45–46)

Para ulama menjelaskan bahwa diperlihatkannya neraka pada pagi dan petang menunjukkan adanya azab di alam barzakh. Sebab, peristiwa itu terjadi sebelum hari kiamat, ketika mereka belum dimasukkan secara kekal ke dalam neraka.

Dalil dari Hadis

Hadis-hadis yang menjelaskan tentang siksa kubur juga diriwayatkan oleh sejumlah sahabat, di antaranya Anas bin Malik, Ibnu Mas’ud, dan Ibnu Abbas.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya orang-orang yang telah meninggal akan disiksa di dalam kubur mereka hingga hewan-hewan mendengar suara mereka.” (HR Ath-Thabrani)

Dalam riwayat lain disebutkan:

“Sesungguhnya mayat itu disiksa karena tangisan keluarganya atas dirinya.” (HR Bukhari)

Para ulama menjelaskan bahwa hadis ini tidak dimaknai secara mutlak. Sebagian berpendapat, yang dimaksud adalah orang yang ketika hidupnya memerintahkan atau meridhai tradisi meratap secara berlebihan. Ada pula yang menafsirkan bahwa mayat yang saleh merasa tersiksa karena mendengar ratapan keluarganya, meskipun ia sedang menuju rahmat Allah. Wallahu a’lam.

Dengan demikian, berdasarkan dalil-dalil Alquran dan hadis, mayoritas ulama Ahlus Sunnah meyakini adanya siksa kubur sebagai bagian dari fase kehidupan manusia di alam barzakh sebelum hari kiamat. ***