SerambiMuslim.com – Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwa malam Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah pada periode tersebut.
Petunjuk ini tercermin dalam hadis yang diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
Artinya:
“Dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah, membangunkan keluarganya, serta mengencangkan ikatan kainnya (yakni menjauhi hubungan dengan istri agar lebih fokus beribadah).” (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan betapa besar perhatian Rasulullah SAW terhadap sepuluh malam terakhir Ramadan. Beliau tidak hanya meningkatkan ibadah secara pribadi, tetapi juga mengajak keluarganya untuk ikut meraih keberkahan malam-malam tersebut.
Ulama besar, Imam an-Nawawi (wafat 676 H), menjelaskan bahwa hadis ini menjadi dalil dianjurkannya memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan serta menghidupkan malam-malamnya dengan berbagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
فَفِي هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ أَنْ يُزَادَ مِنَ الْعِبَادَاتِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ وَاسْتِحْبَابُ إِحْيَاءِ لَيَالِيهِ بِالْعِبَادَاتِ
“Dalam hadis ini terdapat keterangan bahwa disunnahkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan dan dianjurkan menghidupkan malam-malamnya dengan berbagai bentuk ibadah.” (Syarh an-Nawawi ‘ala Muslim, Beirut: Dar al-Ihya at-Turats al-Arabi, jilid 8, hlm. 70)
Lalu muncul pertanyaan yang sering disampaikan, mengapa Allah SWT tidak menjelaskan secara pasti kapan terjadinya malam Lailatul Qadar, padahal malam tersebut memiliki keutamaan yang sangat besar?
Sebagian ulama menjelaskan bahwa dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar merupakan bentuk hikmah agar umat Islam bersungguh-sungguh dalam beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dengan demikian, seorang Muslim tidak hanya beribadah pada satu malam saja, tetapi berusaha menghidupkan seluruh malam dengan doa, dzikir, tilawah Alquran, dan berbagai amal saleh lainnya. ***






