SerambiMuslim.com – Setelah Nabi Adam, Nabi Idris AS menjadi manusia pertama yang diangkat menjadi nabi oleh AllahbSWT.
Menurut Ibnu Katsir dalam Qishash al-Anbiya’, Nabi Idris diperkirakan berusia 345 tahun, meskipun ada pula yang menyebutkan bahwa beliau hidup selama 308 tahun.
Terdapat sejumlah keistimewaan yang membedakan Nabi Idris dengan nabi lainnya. Pertama, beliau adalah manusia pertama yang pandai membaca dan menulis dengan pena. Allah juga memberikan kepada Nabi Idris 30 lembaran ajaran yang berisi petunjuk untuk umatnya.
Kedua, Nabi Idris diberkahi dengan berbagai ilmu pengetahuan, mulai dari merawat kuda, ilmu perbintangan (falak), hingga ilmu matematika.
Ketiga, nama Idris sendiri berasal dari kata darasa, yang berarti belajar. Beliau dikenal sangat rajin dalam mempelajari ajaran Allah yang diturunkan kepada Nabi Adam dan Nabi Syits.
Nabi Idris juga dikenal sebagai orang pertama yang pandai memotong dan menjahit pakaiannya, sementara manusia pada masa itu masih menggunakan kulit binatang untuk menutupi aurat.
Meski sibuk dengan berbagai pengetahuan dunia, Nabi Idris tetap selalu mengingat Tuhan. Dengan bekal ilmu yang lengkap, beliau menjadi sosok yang gagah berani, tidak takut mati, dan tak gentar menghadapi siapapun, terutama untuk menyadarkan keturunan Qabil-Iqlima yang saat itu terjerumus dalam kesesatan.
Sebagai bentuk penghormatan, Nabi Idris mendapat gelar dari Allah, Asad al-Usud atau “Singa di atas segala singa”. Beliau ditugaskan untuk membenahi kaumnya yang terjerumus dalam kebiasaan buruk, seperti kezaliman, permusuhan, dan kerusakan.
Di hadapan kaumnya, Nabi Idris menyerukan untuk kembali beriman kepada Allah dan menjalankan ajaran-Nya dengan tulus.
“Zuhudlah di dunia, berlaku adil, lakukan shalat dengan benar, berpuasa, berjihad melawan musuh agama, dan keluarkan zakat serta sedekah untuk kaum yang membutuhkan,” ujarnya. ***











