Main Gim Roblox saat Puasa Boleh atau Tidak?

Pusat Fatwa Global Al-Azhar memberikan peringatan tegas mengenai risiko yang ditimbulkan oleh permainan video, terutama bagi anak-anak dan remaja. (Foto: UNESCO)

SerambiMuslim.com – Bulan Ramadan sering dimanfaatkan anak-anak dan remaja untuk mengisi waktu luang mereka dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah bermain gim online. Salah satu gim yang populer di kalangan anak-anak adalah Roblox.

Namun, belakangan ini, permainan ini menjadi sorotan terkait dampaknya terhadap kesehatan psikologis dan perilaku anak-anak.

Pada tahun lalu, Pusat Fatwa Global Al-Azhar memberikan peringatan tegas mengenai risiko yang ditimbulkan oleh permainan video, terutama bagi anak-anak dan remaja.

Dalam fatwanya, Al-Azhar memperingatkan bahwa gim-gim yang bisa menjerumuskan anak-anak ke dalam kecanduan berisiko membuang waktu mereka serta mendorong perilaku berbahaya, salah satunya adalah Roblox.

“Permainan yang mengandung unsur kekerasan, pornografi, serta menimbulkan perilaku berbahaya, seperti kecanduan, harus dihindari,” ujar Dr. Hendra Yulianto, seorang ahli fatwa di Pusat Fatwa Global Al-Azhar dikutip, Rabu, 18 Februari 2026.

“Kami melarang segala bentuk permainan elektronik yang dapat merusak moral dan psikologis anak-anak,” sambungnya.

Bahaya yang Mengintai Anak-anak di Roblox

Roblox, sebagai salah satu platform gim yang berkembang pesat, memungkinkan pengguna untuk membuat dan memainkan berbagai jenis permainan, tetapi ini juga membuka celah bagi paparan konten tidak pantas.

Permainan ini memungkinkan anak-anak mengakses berbagai pengalaman yang terkadang tidak layak, seperti kekerasan atau eksploitasi.

Tak hanya itu, fitur obrolan terbuka di dalam gim juga meningkatkan risiko pelecehan seksual dan eksploitasi.

Pada level yang lebih berbahaya, kecanduan bermain Roblox dapat mengorbankan waktu belajar dan pekerjaan, bahkan mendorong anak-anak untuk menghabiskan uang orang tua mereka dalam membeli mata uang virtual Robux.

Peringatan dari KPAI dan Pemerintah Indonesia

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menyuarakan keprihatinannya terhadap dampak buruk gim online terhadap anak-anak. KPAI mengungkapkan bahwa beberapa permainan, termasuk Roblox, dapat memicu perilaku kekerasan dan bahkan mengarah pada kecanduan yang merusak.

Diyah Puspitarini, Anggota KPAI yang membidangi kluster anak korban kekerasan psikis, menyatakan sangat mendukung langkah pemerintah untuk memblokir gim online yang mengandung unsur kekerasan.

Ia menyebut gim, seperti Roblox dan Free Fire, telah terbukti memiliki dampak negatif terhadap perilaku anak-anak.”

Pada 2023, KPAI pernah menyurati Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk meminta pemblokiran gim online yang mempromosikan kekerasan dan perjudian.

“Kami mencatat adanya kasus anak yang mengakhiri hidupnya setelah kecanduan bermain Roblox. Ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari kecanduan gim online,” ujarnya.

Larangan dari Kementerian Pendidikan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, turut mengingatkan bahaya permainan Roblox. Ia menekankan bahwa permainan tersebut mengandung banyak adegan kekerasan yang dapat memengaruhi mental dan perilaku siswa.

“Jika anak-anak bermain di HP, sebaiknya jangan menonton kekerasan atau kata-kata buruk. Terutama untuk permainan seperti Roblox, itu tidak baik dan sebaiknya dihindari,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia mengingatkan para orang tua dan guru untuk lebih bijak dalam memantau aktivitas anak-anak mereka selama bulan Ramadan.

Menjaga Keseimbangan dalam Kegiatan Anak

Sementara itu, Pusat Fatwa Al-Azhar juga menyarankan agar orang tua, otoritas pendidikan, dan media memberikan perhatian lebih terhadap bahaya yang mungkin timbul dari penggunaan gim online yang tidak terkendali.

Mereka mendorong orang tua untuk menggantikan waktu bermain gim dengan kegiatan positif seperti olahraga, seni, atau pendidikan yang mendukung pengembangan karakter dan nilai-nilai agama.

“Dalam bulan suci Ramadan, sangat penting bagi orang tua untuk lebih selektif dalam memilihkan kegiatan untuk anak-anak. Waktu yang seharusnya digunakan untuk beribadah atau belajar, jangan sampai terbuang sia-sia dengan kecanduan permainan yang tidak memberikan manfaat,” tegas Dr. Hendra. ***