SerambiMuslim.com – Mencari rezeki menjadi kewajiban setiap umat Islam, namun hal itu tidak terlepas dari sifat tawakal kepada Allah Swt.
Tawakal dalam mencari rezeki bukan berarti pasrah, melainkan menyerahkan hasil usaha kepada Allah setelah berupaya sebaik mungkin.
Menurut Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya Tawakal: Jalan Menuju Keberhasilan dan Kebahagiaan Hakiki, Allah telah menjamin rezeki setiap manusia. Hal ini tercermin dalam Surah Hud ayat 6:
“Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauhul Mahfuz).”
Firman Allah dalam Surah Al-Ankabut ayat 60 menegaskan bahwa bahkan hewan yang tidak dapat mengusahakan rezekinya sendiri tetap mendapatkan rezeki dari Allah:
“Betapa banyak hewan bergerak yang tidak dapat mengusahakan rezekinya sendiri. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Al-Qardhawi menekankan pentingnya berinfak dari harta yang dimiliki. Dengan berinfak, Allah akan mengganti rezeki dengan yang lebih baik. Hal ini diperkuat oleh Surah Saba’ ayat 39:
“Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya. Apa pun yang kamu infakkan pasti Dia akan menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.”
Imam Al-Ghazali dalam Minhajul Abidin menambahkan, tawakal merupakan penawar dari kesulitan dalam mencari rezeki. Dengan demikian, sikap tawakal menjadi fondasi penting bagi setiap Muslim, karena Allah telah menjamin rezeki masing-masing hamba-Nya. ***







