SerambiMuslim.com – Salah satu tanda kiamat yang disebut dalam hadis adalah jumlah perempuan semakin banyak dibandingkan laki-laki.
Kondisi tersebut dikaitkan dengan meningkatnya fitnah, pembunuhan, peperangan, dan berbagai huru-hara.
Dalam kondisi tersebut, banyak laki-laki terbunuh sehingga jumlah perempuan menjadi jauh lebih besar.
Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya ‘Asyratus Sa’ah al-Hasyru wa Qiyamus Sa’ah’ menjelaskan tanda tersebut menjelang kiamat.
Menurutnya, semakin dekat kiamat, jumlah perempuan akan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Hal tersebut merupakan perkara yang kepastiannya hanya diketahui Allah SWT.
Syekh Mahir menjelaskan, kondisi tersebut disebut dapat mengganggu keseimbangan jumlah manusia antara laki-laki dan perempuan.
Menurutnya, laki-laki lebih banyak terlibat dalam peperangan sehingga berpotensi menjadi korban. Laki-laki juga disebut dapat menjadi korban dalam berbagai fitnah, huru-hara, dan konflik.
Apabila jumlah laki-laki berkurang secara signifikan, maka jumlah perempuan akan menjadi lebih banyak.
Syekh Mahir menyebut kondisi tersebut sebagai salah satu tanda yang berkaitan dengan semakin dekatnya kiamat.
Hadis Perbandingan Jumlah Laki-Laki dan Perempuan
Rasulullah SAW menyebut perbandingan jumlah perempuan dan laki-laki dalam salah satu hadis.
Hadis tersebut juga menyebut sejumlah tanda lain, seperti berkurangnya ilmu dan merebaknya kebodohan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Di antara tanda-tanda kiamat adalah langkanya ilmu, merebaknya kebodohan, terang-terangannya melakukan zina, semakin banyaknya jumlah perempuan, dan semakin sedikitnya jumlah laki-laki, hingga untuk lima puluh orang perempuan ditanggung oleh satu orang laki-laki.” (HR Imam Al-Bukhari)
Hadis tersebut menggambarkan kondisi ketika jumlah perempuan jauh lebih banyak daripada laki-laki.
Syekh Mahir menjelaskan, kondisi tersebut tidak harus dipahami sebagai perubahan yang terjadi dalam satu waktu.
Menurut perkiraannya, kondisi itu dapat berlangsung dalam rentang waktu panjang.
Namun, ia menegaskan bahwa kepastian waktunya hanya diketahui oleh Allah SWT.
Syekh Mahir memperkirakan ketimpangan tersebut dapat berlangsung hingga mendekati munculnya tanda-tanda kiamat kubra.
Ia memperkirakan kondisi tersebut bahkan bisa berlangsung lebih dari lima puluh tahun.
Namun, perkiraan tersebut bukan kepastian waktu terjadinya kiamat. Sebab, waktu pasti datangnya kiamat merupakan perkara gaib yang hanya diketahui Allah SWT.
Syekh Mahir juga mengaitkan pembahasan tersebut dengan maraknya perzinaan.
Menurutnya, perzinaan merupakan salah satu fenomena yang disebut dalam hadis sebagai tanda kiamat.
Banyaknya perzinaan menunjukkan adanya interaksi antara laki-laki dan perempuan dalam jumlah yang masih relatif seimbang.
Kondisi tersebut kemudian dikaitkan dengan fase sebelum banyaknya laki-laki terbunuh dalam peperangan dan berbagai fitnah.
Setelah jumlah laki-laki berkurang, perbandingan tersebut disebut akan semakin timpang.
Pada kondisi yang digambarkan dalam hadis, satu laki-laki bahkan disebut dapat menanggung lima puluh perempuan.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari kajian mengenai tanda-tanda kiamat dalam perspektif hadis dan penjelasan ulama. (*)







