SerambiMuslim.com – Islam melarang segala bentuk kezaliman dalam kehidupan manusia. Kezaliman antar sesama Muslim termasuk dosa besar yang sangat dikecam dalam ajaran Islam.
Rasulullah SAW menegaskan larangan merusak harta, kehormatan, dan darah sesama Muslim. Beliau menyebut penghinaan terhadap saudara seiman sebagai tanda keburukan seorang Muslim.
Larangan berbuat zalim juga berlaku terhadap mereka yang berbeda keyakinan. Islam tidak membenarkan penindasan kepada siapa pun, termasuk non-Muslim.
Doa orang yang dizalimi memiliki keutamaan dan dapat dikabulkan Allah SWT.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa doa orang terzalimi tidak memiliki penghalang menuju Allah. Ketika mengalami kezaliman, umat Islam dianjurkan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Allah Maha Mendengar dan Maha Melindungi seluruh makhluk-Nya. Tidak ada satu pun peristiwa yang luput dari pengawasan Allah SWT. Segala daya dan kekuatan hanya berasal dari Allah SWT semata.
Alquran mengajarkan doa bagi orang yang terzalimi dalam surah Al-Qashas ayat 21.
Doa tersebut pernah dibaca Nabi Musa AS saat menghadapi ancaman kezaliman.
رَبِّ نَجِّنِىۡ مِنَ الۡقَوۡمِ الظّٰلِمِيۡنَ
Artinya, “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim.”
Doa tersebut dapat dilengkapi dengan munajat dari surah Al-Anbiya ayat 87.
Doa ini merupakan permohonan Nabi Yunus AS saat berada dalam perut ikan.
لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ
Artinya, “Tiada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Aku termasuk orang-orang yang zalim.” ***







