SerambiMuslim.com – Dalam ajaran Islam, sedekah diyakini membawa banyak manfaat, salah satunya keberkahan umur bagi pelakunya.
Keberkahan usia ini pernah terjadi pada masa Nabi Dawud AS, bahkan berupa tambahan umur hingga lima puluh tahun.
Dikisahkan, Nabi Dawud AS memiliki seorang sahabat setia yang selalu mendampingi dakwah beliau. Sahabat tersebut dikenal saleh dan taat, sehingga Nabi Dawud merasa bahagia memiliki pengikut sepertinya.
Namun, suatu hari kabar duka datang menghampiri keduanya. Malaikat Jibril menemui Nabi Dawud dan menyampaikan pesan dari Allah SWT.
Jibril berkata bahwa ajal sahabat itu akan tiba dalam lima puluh hari ke depan. Mendengar kabar tersebut, Nabi Dawud diliputi kesedihan mendalam.
Dengan berat hati, beliau menyampaikan pesan ilahi itu kepada sahabatnya. Sang sahabat terkejut dan merasa sedih mendengar kabar kematiannya yang semakin dekat.
Ia teringat masa-masa kebersamaannya bersama Nabi Dawud dalam menuntut ilmu dan berdakwah.
Meski berat, ia berusaha menerima takdir Allah dengan lapang dada. Sahabat itu memilih mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal dan meningkatkan kualitas ibadah. Sikap optimis tersebut membuat Nabi Dawud merasa bangga dan terharu.
Hari kelima puluh pun tiba sesuai kabar yang disampaikan Malaikat Jibril. Pagi hari, sahabat itu menyiapkan hidangan sebagai tanda perpisahan untuk Nabi Dawud.
Di perjalanan, ia bertemu seorang musafir tua yang tampak kelaparan dan lemah. Hatinya diliputi kebimbangan antara melanjutkan niat atau menolong orang tersebut. Setelah beristighfar, ia memilih memberikan makanan itu kepada sang musafir.
Musafir tua itu menerima makanan dengan haru dan penuh rasa syukur. Setelah makan, orang tua tersebut berpamitan dan melanjutkan perjalanannya. Sahabat Nabi Dawud pun kembali ke rumah tanpa membawa apa pun.
Di tempat lain, Malaikat Jibril kembali mendatangi Nabi Dawud. Allah SWT menangguhkan ajal sahabat tersebut dan menambah usianya lima puluh tahun.
Nabi Dawud segera mendatangi rumah sahabatnya untuk menyampaikan kabar gembira. Sahabat itu bersyukur karena sedekahnya mendatangkan keberkahan umur.
Ia kembali mendampingi dakwah Nabi Dawud selama puluhan tahun berikutnya.
Kisah ini menjadi bukti bahwa sedekah dapat membawa keberkahan hidup dan usia. ***







