Berita  

Cara Rasulullah SAW Membaca Alquran

Simak cara Nabi Muhammad SAW membaca Alquran berdasarkan hadis sahih. Dari bacaan yang jelas, tartil, hingga suara merdu yang menggetarkan hati. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Cara Nabi Muhammad SAW membaca Alquran telah dijelaskan dalam sejumlah hadis sahih. Keterangan tersebut di antaranya dihimpun dalam kitab Asy-Syamail Al-Muhammadiyyah karya Imam at-Tirmidzi dan Riyadhus Solihin susunan Imam an-Nawawi.

Dari berbagai riwayat itu, para ulama merangkum beberapa ciri bacaan Rasulullah ketika melantunkan ayat-ayat suci.

1. Membaca dengan Jelas dan Terang

Rasulullah SAW membaca Alquran dengan pelafalan yang sangat jelas, huruf demi huruf dan kata demi kata. Tidak ada bacaan yang tergesa-gesa atau terdengar samar.

عَنْ يَعْلَى بْنِ مَمْلَكٍ أَنَّهُ سَأَلَ أُمَّ سَلَمَةَ عَنْ قِرَاءَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا هِيَ تَنْعَتُ قِرَاءَةً مُفَسَّرَةً حَرْفًا حَرْفًا

Dalam sebuah riwayat, Ya‘la bin Mamlak pernah bertanya kepada Ummu Salamah RA tentang cara Rasulullah membaca Alquran. Ia menjelaskan bahwa bacaan beliau terdengar terang dan terperinci, seakan-akan setiap huruf dijelaskan satu per satu (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i).

Cara membaca seperti ini menunjukkan ketenangan, kehati-hatian, serta penghormatan beliau terhadap firman Allah SWT.

2. Memanjangkan Bacaan Sesuai Kaidah

Rasulullah membaca panjang atau pendek setiap huruf Alquran sesuai dengan hukum ilmu tajwid. Ilmu tajwid memang baru ada belakangan. Namun, ilmu tajwid yang diajarkan hingga saat ini merupakan ilmu yang dikembangkan para ulama tentang bagaimana Rasulullah dan generasi awal Islam membaca Alquran.

عَنْ قَتَادَةَ قَالَ: قُلْتُ لِأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ كَيْفَ كَانَ قِرَاءَةُ رَسُولِ اللَّهِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَدًّا

Seorang sahabat Nabi SAW, Qatadah bin Nu’man berkata, “Aku bertanya kepada Anas bin Malik: “Bagaimanakah cara Rasulullah SAW membaca AlQuran?’ Anas menjawab: “Rasulullah memanjangkan bacaan (sesuai dengan hukum tajwid)” (HR Bukhari, Abu Daud, at-Turmudzi, Ibnu Majah, Nasa’i, dan Ahmad).

3. Berhenti pada Setiap Ayat

Rasulullah memotong bacaan pada setiap ayat Alquran. Rasulullah tidak memaksa untuk membaca terus atau menerobos bacaan satu ayat dengan yang ayat yang lainnya.

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْطَعُ قِرَاءَتَهُ يَقُولُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ثُمَّ يَقِفُ ثُمَّ يَقُولُ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ثُمَّ يَقِفُ

Sebagaimana hadis riwayat Ummu Salamah RA, “Rasulullah memotong bacaannya ayat per ayat. “Beliau membaca ayat ‘Alhamdulillah raabil alamin’, lalu berhenti. Kemudian beliau membaca ‘Arrahmanirrahim’, lalu berhenti lagi.”

4. Kadang Lirih, Kadang Lantang

Rasulullah terkadang membaca Alquran dengan suara pelan, dan kadang dengan suara keras.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَيْسٍ قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنْ قِرَاءَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُسِرُّ بِالْقِرَاءَةِ أَمْ يَجْهَرُ

Abdullah bin Abi Qais RA suatu ketika bertanya kepada Sayyidah ‘Aisyah tentang bagaimana cara Rasulullah membaca Alquran. Lalu Sayyidah ‘Aisyah menjawab bahwa terkadang Rasulullah membaca Alquran dengan suara lantang dan terkadang dengan suara lirih.

Pada saat Pembebasan Makkah (Fathu Makkah) misalnya, sambil menunggangi untanya Rasulullah membaca surah al-Fath dengan suara yang lantang dan menggema sampai orang-orang yang ada di sekitarnya mendengar bacaan Rasulullah itu. Hal ini disaksikan Abdullah bin Mughaffal dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Tirmidzi, Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Ahmad.

5. Membaca dengan Suara Indah dan Merdu

Rasulullah membaca Alquran dengan suara indah dan merdu. Cara membaca Alquran Nabi SAW yang terakhir ini disaksikan al-Bara’ bin Azib sebagaimana hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

عن البراء بن عازب –رضي الله عنه- أنه سمع النبي عليه الصلاة والسلام يقرأ في العشاء: ﴿والتين والزيتون﴾ ، فما سمع أحداً أحسن صوتاً منه

Pada saat itu, al-Bara’ sedang shalat Isya bersama Rasulullah. Al-Bara’ takjub dengan suara merdu Rasulullah ketika membaca surat At-Tin. “Aku belum pernah mendengar seorang pun yang suaranya lebih merdu dari suara Baginda,” kata al-Bara’.

Selain itu, Abdullah bin Mughaffal juga berkata, ”Aku melihat Nabi SAW duduk di atas tunggangannya pada Hari Pembebasan Makkah (Fathu Makkah) sambil membaca:

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا. لِّيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ

“Sesungguhnya Kami telah membuka bagi perjuanganmu (wahai Muhammad) satu jalan kemenangan yang jelas nyata. Kemenangan yang dengan sebabnya Allah mengampunkan salah dan silapmu yang telah lalu dan yang terkemudian.“ Abdullah bin Mugahffal berkata: “Rasulullah membaca ayat ini dengan suara yang indah.” ***