Puasa Muharram: Keutamaan, Jadwal, dan Bacaan Niatnya

Simak keutamaan puasa Muharram, puasa Tasua dan Asyura lengkap dengan hadis, jumlah hari pelaksanaan, serta bacaan niat dalam bahasa Arab. (Foto: Chatgpt/Serambi Muslim/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam kalender Hijriah. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.

Di antara puasa sunnah yang dianjurkan selama Muharram adalah puasa Tasua dan puasa Asyura. Kedua amalan tersebut memiliki landasan yang kuat berdasarkan hadis Rasulullah SAW.

Mengutip buku “Seri Fikih Kehidupan” karya Ahmad Sarwat, puasa Tasua dan Asyura disyariatkan sebagai ibadah sunnah, bukan wajib. Dasarnya merujuk pada hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA.

Ibnu Abbas RA menuturkan bahwa ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau melihat kaum Yahudi melaksanakan puasa Asyura. Rasulullah SAW kemudian bertanya mengenai alasan mereka berpuasa pada hari tersebut.

Mereka menjawab bahwa hari Asyura merupakan hari ketika Allah SWT menyelamatkan Bani Israil dari musuh-musuh mereka. Pada hari itu, Nabi Musa AS juga berpuasa sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

Mendengar penjelasan tersebut, Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau lebih berhak mengikuti Nabi Musa AS. Setelah itu, beliau melaksanakan puasa Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk turut berpuasa. (HR Bukhari).

Keutamaan puasa Muharram juga dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah RA.

Dalam buku “Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan” karya Ceceng Salamudin, M.Ag., Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR Muslim).

Puasa Muharram Berapa Hari?

Puasa Muharram yang paling dianjurkan secara khusus dilaksanakan pada dua hari, yaitu:

  • 9 Muharram (Tasua)
  • 10 Muharram (Asyura)

Kedua hari tersebut menjadi amalan yang banyak dikerjakan umat Islam karena memiliki keutamaan yang besar.

Selain puasa Tasua dan Asyura, sebagian muslim juga menjalankan puasa sunnah pada awal Muharram, termasuk tanggal 1 Muharram. Meski demikian, puasa yang paling dianjurkan tetap berada pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Keutamaan puasa Asyura dijelaskan dalam hadis berikut:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: ‘Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu’.” (HR Muslim).

Selain itu, Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan hadis dari Ibnu Abbas RA yang berbunyi:

“Berpuasalah kalian pada hari Asyura, dan selisihilah orang-orang Yahudi, berpuasalah kalian sebelumnya atau sesudahnya.”

Niat Puasa di Bulan Muharram

Berikut bacaan niat puasa Muharram, puasa Tasua, dan puasa Asyura yang dapat diamalkan umat Islam.

Niat Puasa Muharram

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku niat puasa Muharram karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû’â lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ عَشْرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ‘asyura sunnatan lillaahi ta’aala.

Artinya: “Aku berniat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta’ala.” (*)