SerambiMuslim.com – Setiap manusia tidak akan lepas dari berbagai ujian kehidupan. Dalam ajaran Islam, cobaan merupakan bagian dari sunnatullah yang juga pernah dialami para nabi, termasuk Nabi Yunus AS.
Saat menghadapi kesulitan, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika berada dalam kondisi sulit adalah doa Nabi Yunus AS yang dipanjatkan saat berada di dalam perut ikan.
Kisah Nabi Yunus AS dan Ujian yang Dihadapinya
Berdasarkan sejumlah riwayat, Nabi Yunus AS diutus Allah SWT untuk berdakwah kepada masyarakat Ninawa, wilayah yang kini berada di sekitar Mosul, Irak. Namun, mayoritas kaumnya menolak ajaran yang beliau sampaikan.
Karena merasa kecewa atas penolakan tersebut, Nabi Yunus AS meninggalkan kaumnya sebelum mendapatkan perintah dari Allah SWT. Dalam perjalanan, beliau menaiki sebuah kapal yang kemudian diterpa badai besar.
Untuk menyelamatkan kapal, dilakukan undian guna menentukan siapa yang harus dilempar ke laut. Nama Nabi Yunus AS keluar dalam undian tersebut hingga akhirnya beliau terjun ke laut dan ditelan oleh seekor ikan besar atas kehendak Allah SWT.
Di tengah kegelapan perut ikan, Nabi Yunus AS menyadari kekhilafannya dan memohon ampun kepada Allah SWT. Doa yang ia panjatkan kemudian diabadikan dalam Alquran dan menjadi salah satu doa yang dianjurkan saat menghadapi kesulitan hidup.
Bacaan Doa Nabi Yunus
Doa Nabi Yunus termaktub dalam Alquran Surah Al-Anbiya ayat 87:
وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Latin: Wa żan-nụni iż żahaba mugāḍiban fa ẓanna al lan naqdira ‘alaihi fa nādā fiẓ-ẓulumāti al lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.
Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim’.”
Dari ayat tersebut, bagian yang paling sering dibaca sebagai doa Nabi Yunus adalah:
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimiin.
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Keutamaan Doa Nabi Yunus
1. Menjadi Sebab Datangnya Pertolongan Allah
Setelah Nabi Yunus AS memanjatkan doa tersebut, Allah SWT berfirman:
فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَنَجَّيْنَٰهُ مِنَ ٱلْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُۨجِى ٱلْمُؤْمِنِينَ
Latin: Fastajabnā lahụ wa najjaināhu minal-gamm, wa każālika nunjil-mu`minīn.
Artinya: “Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Demikian pula Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.”
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan memberikan jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya.
2. Doa Mustajab Saat Menghadapi Kesulitan
Rasulullah SAW bersabda:
“Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika berada dalam perut ikan adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimiin.’ Tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa tersebut untuk suatu urusan apa pun, melainkan Allah akan mengabulkannya.” (HR Tirmidzi).
Hadis ini menjadi dasar mengapa doa Nabi Yunus banyak diamalkan oleh umat Islam ketika menghadapi berbagai persoalan hidup.
Doa Rasulullah SAW Saat Bersedih
Selain doa Nabi Yunus, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang dibaca ketika dilanda kesedihan dan kesusahan. Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis sahih:
لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ
Latin: Laailaaha illalloohul ‘azhiimil haliim, laa ilaaha illalloohu robbul ‘arsyil ‘azhiim, laa ilaaha illalloohu robbus samaawaati wa robbul ardhi wa robbul ‘arsyil kariim.
Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Santun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan Pemilik Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan langit dan bumi serta Tuhan Pemilik Arsy yang mulia.” (HR Bukhari dan Muslim).
Doa tersebut dikenal dengan sebutan Doa Al-Kurb, yakni doa yang dibaca ketika seseorang sedang mengalami kesedihan, kegelisahan, atau kesulitan hidup. (*)







