SerambiMuslim.com — Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir mengumumkan penemuan penting berupa sejumlah makam kuno yang berasal dari era Dinasti ke-21 Mesir di wilayah Luxor, Mesir Hulu. Penemuan ini menambah khazanah arkeologi Mesir yang terus memperlihatkan kedalaman sejarah peradaban Firaun.
Dalam keterangan resminya pada Minggu (8/6), kementerian menyampaikan bahwa tim arkeolog Mesir yang bekerja di situs Naga Abu Asba, kawasan Karnak, berhasil mengidentifikasi sebuah tembok besar yang dibangun dari batu bata lempung pada masa pemerintahan Raja Menkheperre. Raja tersebut memerintah Mesir sekitar tahun 1076 SM hingga 944 SM.
Abdel-Ghaffar Wagdy, Direktur Jenderal Badan Kepurbakalaan Luxor, menjelaskan bahwa setiap batu bata dalam tembok itu dicap dengan nama sang raja dan istrinya. Temuan ini juga mencakup sebuah gerbang dari batu pasir yang masih berdiri di dalam struktur tersebut.
Tak jauh dari lokasi tembok, tim arkeolog juga menemukan sejumlah bengkel dan tungku kuno yang digunakan untuk memproduksi patung perunggu. Di antara artefak yang ditemukan adalah patung-patung Osirian dalam berbagai ukuran, koin kuno, serta jimat-jimat ritual. Wagdy menyebutkan bahwa penemuan ini mengindikasikan adanya aktivitas industri skala besar di kawasan tersebut pada masa lalu.
“Ini memberi indikasi kuat bahwa kawasan Naga Abu Asba pernah menjadi pusat kegiatan industri, terutama pembuatan barang-barang keagamaan dan logam,” ujarnya.
Sementara itu, di situs al-Asasif, kawasan Qurna, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir, Mohamed Ismail Khaled, mengungkapkan penemuan sejumlah peti mati kayu kecil yang diyakini merupakan milik anak-anak. Peti mati tersebut ditemukan dalam kondisi relatif utuh dan kini menjadi fokus studi lanjutan.
Khaled menambahkan bahwa tim ahli, termasuk pakar tulang manusia dan peti mati kuno, akan segera menganalisis artefak tersebut untuk mengetahui periode pembuatannya serta rincian biologis seperti usia, jenis kelamin, dan penyebab kematian individu yang dimakamkan.
“Pemeriksaan ini sangat penting untuk menyusun narasi arkeologis yang lebih menyeluruh tentang situs al-Asasif dan sekitarnya,” kata Khaled.
Penemuan ini diyakini akan memperkaya pemahaman para ahli terhadap struktur sosial, industri, dan praktik pemakaman pada masa Mesir kuno, khususnya di era pasca-Kerajaan Baru.







