Berita  

Shalat Tarawih Sendiri di Rumah, Apakah Tetap Sah?

Delapan ciri hamba Allah yang dirahmati ('ibad ar-Rahman) dalam Surah Al-Furqan ayat 63-74, mulai dari rendah hati hingga menjauhi zina. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Shalat Tarawih merupakan ibadah sunah yang dikerjakan khusus pada bulan Ramadan. Ibadah ini menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Muslim.

Umumnya, Tarawih dilaksanakan berjamaah setelah shalat Isya di masjid atau musala. Namun, tidak semua orang dapat mengikuti Tarawih berjamaah di luar rumah.

Lalu, bagaimana hukum melaksanakan Tarawih sendirian di rumah?

Shalat Tarawih berstatus sunah muakkad. Shalat Tarawih sangat dianjurkan, tetapi tidak wajib.

Pelaksanaannya dapat dilakukan berjamaah maupun sendiri. Jika berhalangan ke masjid, juga boleh melaksanakan Tarawih sendiri di rumah.

Shalat Tarawih sendiri tetap sah secara syariat. Keabsahan ibadah tidak berkurang meski dikerjakan secara munfarid.

Meski demikian, Tarawih berjamaah memiliki keutamaan tersendiri. Berjamaah lebih utama, tetapi sendiri pun tetap mendapat pahala.

Niat Salat Tarawih Sendiri

Niat menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan shalat. Niat dilakukan di dalam hati saat takbiratul ihram.

Berikut bacaan niat shalat Tarawih dua rakaat:

Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta’ala.

Artinya, saya niat salat sunah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Salat Tarawih Sendiri

Secara umum, tata caranya sama seperti shalat sunah dua rakaat. Tidak ada perbedaan antara pelaksanaan sendiri maupun berjamaah.

Tahapannya dimulai dengan niat saat takbiratul ihram. Kemudian membaca doa iftitah dan surah Al-Fatihah.

Setelah itu membaca surah pendek dari Alquran. Dilanjutkan rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud.

Rakaat kedua dilakukan dengan urutan yang sama. Shalat diakhiri tasyahud akhir dan salam.

Tarawih umumnya dikerjakan delapan atau 20 rakaat. Setiap dua rakaat diakhiri satu salam.

Ibadah biasanya ditutup dengan shalat Witir sebagai penyempurna.

Dengan demikian, shalat Tarawih sendiri tetap sah dan bernilai ibadah. ***