Aturan Berpakaian Saat Ibadah Haji, Wajib Dipahami

Seorang jemaah haji asal NTB ditolak masuk Arab Saudi akibat riwayat pelanggaran imigrasi saat umrah sebelumnya. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Pemahaman terhadap aturan berpakaian menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Ketentuan ini berkaitan dengan kondisi ihram yang memiliki aturan khusus, baik bagi jemaah laki-laki maupun perempuan.

Aturan tersebut mencakup jenis pakaian yang diperbolehkan hingga larangan yang harus dihindari selama ihram. Karena itu, jemaah diimbau mempersiapkan diri sejak awal agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar dan sesuai syariat.

Mengacu pada panduan resmi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dalam buku ‘Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2026’, berikut ketentuan berpakaian bagi jemaah haji:

Pakaian Jemaah Laki-Laki

Jemaah laki-laki diwajibkan mengenakan dua lembar kain ihram tanpa jahitan. Satu kain digunakan untuk menutup bagian bawah tubuh, sementara kain lainnya disampirkan untuk menutup bagian atas sesuai batas aurat.

Dalam pelaksanaan tawaf, terdapat anjuran menggunakan cara idhtiba’, yakni membuka bahu kanan. Praktiknya dilakukan dengan menyampirkan kain dari bawah ketiak ke bahu kiri sehingga bahu kanan terbuka.

Penggunaan ihram bagi laki-laki memiliki ketentuan khusus yang harus dipatuhi, termasuk tidak mengenakan pakaian berjahit yang mengikuti bentuk tubuh.

Pakaian Jemaah Perempuan

Berbeda dengan laki-laki, jemaah perempuan diwajibkan mengenakan pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan hingga pergelangan.

Selain itu, jemaah perempuan disarankan membawa beberapa stel pakaian selama di Tanah Suci, termasuk seragam batik nasional sebagai identitas resmi jemaah Indonesia.

Larangan Berpakaian Saat Ihram

Selama dalam kondisi ihram, terdapat sejumlah larangan berpakaian yang harus diperhatikan. Jemaah tidak diperkenankan mengenakan pakaian yang transparan, terlalu tipis, atau ketat hingga memperlihatkan bentuk tubuh.

Bagi laki-laki, larangan mencakup penggunaan pakaian berjahit seperti celana atau baju. Sementara bagi perempuan, tidak diperbolehkan menutup wajah dengan cadar maupun mengenakan sarung tangan saat ihram.

Memahami aturan berpakaian saat haji menjadi bagian penting dalam persiapan ibadah. Dengan mengenakan pakaian sesuai ketentuan ihram, jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk.

Persiapan perlengkapan sejak awal akan sangat membantu kelancaran ibadah serta menjaga kenyamanan jemaah selama di Tanah Suci. ***