Memahami Tahapan Ibadah Haji, dari Ihram hingga Tawaf Wada

Petugas haji mengimbau jemaah Indonesia memaksimalkan ibadah, dzikir, dan doa selama wukuf di Padang Arafah, puncak pelaksanaan ibadah haji. (Foto: Ist/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan oleh umat Islam yang memiliki kemampuan secara fisik, mental dan finansial.

Lebih dari sekadar perjalanan ke Tanah Suci, ibadah haji menjadi momentum spiritual untuk memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bagi calon jamaah, pemahaman terhadap setiap tahapan ibadah menjadi hal penting agar pelaksanaan haji berjalan lancar dan sesuai tuntunan syariat.

Mengacu pada panduan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), berikut urutan pelaksanaan ibadah haji yang perlu diketahui:

Ihram, Awal Perjalanan Suci

Tahapan pertama dalam ibadah haji adalah ihram yang dimulai dari miqat, yaitu batas wilayah yang telah ditentukan untuk memulai niat haji. Pada fase ini, jamaah melakukan sejumlah persiapan seperti mandi sunah, berwudu, mengenakan pakaian ihram, hingga melaksanakan salat sunah dua rakaat.

Setelah itu, jamaah mengucapkan niat dan mulai melantunkan talbiyah sepanjang perjalanan menuju Arafah. Dalam kondisi ihram, jamaah juga terikat pada sejumlah larangan sebagai bentuk pengendalian diri.

Wukuf di Arafah, Puncak Ibadah Haji

Puncak pelaksanaan haji terjadi saat wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah. Jamaah berkumpul sejak waktu Zuhur hingga Magrib untuk berdoa dan bermunajat.

Wukuf adalah inti dari ibadah haji. Momentum ini menjadi kesempatan terbaik bagi jamaah untuk memperbanyak doa dan refleksi diri.

Selama wukuf, jamaah dianjurkan melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara jamak dan qashar, mendengarkan khutbah, serta memperbanyak zikir dan membaca Alquran.

Mabit di Muzdalifah dan Mina

Usai wukuf, jamaah bergerak menuju Muzdalifah untuk bermalam sekaligus mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk melontar jamrah di Mina.

Selanjutnya, pada 10 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan lontar jumrah aqabah sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS.

Tahalul dan Rangkaian Tawaf

Setelah melontar jumrah, jamaah melakukan tahalul awal dengan mencukur atau memotong rambut, yang menandai sebagian larangan ihram telah gugur.

Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan tawaf ifadhah di Masjidil Haram dengan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh putaran, diikuti dengan sai antara bukit Shafa dan Marwah.

Sai dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan Siti Hajar dalam mencari air bagi putranya, Nabi Ismail AS.

Setelah itu, jamaah melaksanakan tahalul kedua yang menandai seluruh larangan ihram telah berakhir.

Hari Tasyrik dan Tawaf Perpisahan

Jamaah kemudian kembali ke Mina untuk mabit selama hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah) sambil melanjutkan lontar tiga jamrah setiap hari.

Sebagai penutup rangkaian ibadah, jamaah melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah.

Tawaf wada menjadi penutup sekaligus bentuk penghormatan terakhir kepada Baitullah sebelum jamaah kembali ke Tanah Air.

Dengan memahami setiap tahapan tersebut, jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan. ***