SerambiMuslim.com – Islam mengajarkan setiap muslim agar segera bertaubat kepada Allah SWT setelah menyadari kesalahan atau dosa yang diperbuat. Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan ialah mengerjakan salat taubat nasuha sebagai bentuk penyesalan dan permohonan ampun kepada Allah SWT.
Apa Itu Salat Taubat Nasuha?
Mengutip buku “Panduan Sholat Rosulullah 2” karya Imam Abu Wafa, salat taubat nasuha merupakan salat sunnah yang dikerjakan setelah seseorang melakukan dosa atau kemaksiatan.
Salat ini dikerjakan sebanyak dua rakaat sebagai ikhtiar memohon ampunan kepada Allah SWT.
Anjuran tersebut didasarkan pada hadis yang diriwayatkan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia bersuci dengan baik, kemudian melaksanakan salat dua rakaat dan memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuninya.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Majah).
Bacaan Niat Salat Taubat Nasuha
Sebelum melaksanakan salat, bacalah niat berikut.
أصلى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى .
Latin: Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat salat taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Salat Taubat Nasuha
Mengutip buku “Panduan Shalat untuk Wanita” karya Ria Khoirunnisa, tata cara salat taubat sama seperti salat sunnah dua rakaat pada umumnya.
- Membaca niat salat taubat
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca Surah Al-Fatihah
- Membaca salah satu surah Alquran
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua
- Mengulang bacaan dan gerakan seperti rakaat pertama
- Membaca tasyahud akhir
- Mengucapkan salam
- Membaca doa setelah salat taubat
Doa Setelah Salat Taubat
Setelah salam, dianjurkan memperbanyak istighfar. Salah satu bacaan yang dapat diamalkan ialah sebagai berikut.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا.
Latin: Astaghfirullaahal Azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihii dharran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuran.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung. Tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Aku bertaubat kepada-Nya sebagai taubat seorang hamba yang berbuat zalim, yang tidak memiliki kuasa atas dirinya dalam mendatangkan mudarat, manfaat, kehidupan, kematian, maupun kebangkitan.”
Setelah membaca istighfar tersebut, dianjurkan melanjutkan dengan doa berikut.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى صِدْقِكِ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Latin: Allaahumma anta Rabbii, laa ilaaha illaa anta. Khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa shidqika wa wa’dika mastatha’tu. A’uudzu bika min syarri maa shana’tu. Abuu’u laka bini’matika ‘alayya wa abuu’u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha menepati janji kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah kulakukan. Aku mengakui seluruh nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui dosa-dosaku. Karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.” (*)







