Serambimuslim.com– Menyantuni anak yatim memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam, baik di dunia maupun di akhirat.
Bagi mereka yang menyantuni anak yatim, banyak janji kebaikan dan ganjaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.
Salah satu keutamaannya adalah mereka akan menjadi tetangga Rasulullah SAW di surga kelak. Sebuah hadiah yang sangat agung bagi setiap Muslim yang mengamalkan ajaran Islam dengan penuh kasih sayang dan kepedulian terhadap anak yatim.
Keutamaan pertama bagi mereka yang menyantuni anak yatim adalah janji Allah dan Rasul-Nya bahwa mereka akan menjadi tetangga Rasulullah SAW di surga.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa “Aku dan orang yang menyantuni anak yatim akan berada di surga seperti dua jari ini” sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah.
Janji tersebut menjadi sebuah motivasi besar bagi umat Islam untuk tidak mengabaikan anak-anak yang kehilangan orang tua dan membutuhkan kasih sayang.
Keutamaan kedua adalah menyantuni anak yatim dapat membersihkan hati dan pikiran seseorang.
Rasulullah SAW bersabda, “Bila engkau ingin hati menjadi lembut dan damai serta keinginan (yang baik) tercapai, maka sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan yang seperti engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang, lembut, serta keinginanmu (yang baik) akan tercapai” (HR Thabrani).
Melalui kisah ini, kita belajar bahwa memberi perhatian dan kasih sayang kepada anak yatim bukan hanya bermanfaat bagi mereka, tetapi juga bagi kita sebagai pemberi santunan, karena akan mendatangkan ketenangan hati, kehalusan perasaan, dan memudahkan tercapainya keinginan yang baik dalam hidup.
Keutamaan ketiga adalah bahwa menyantuni anak yatim dapat berfungsi sebagai penyembuh dari berbagai penyakit kejiwaan.
Ketika seseorang merasa tertekan, cemas, atau kehilangan arah dalam hidup, berbuat baik kepada anak yatim dapat menjadi salah satu jalan untuk menemukan kedamaian batin.
Membantu mereka memberikan rasa kepuasan dan kebahagiaan batin yang besar karena kita merasa telah memberi manfaat kepada orang lain yang membutuhkan.
Ini dapat mengurangi perasaan stres, depresi, atau kekosongan dalam hidup yang kadang dirasakan banyak orang.
Islam mengajarkan kita untuk mengisi kekosongan hidup dengan memberi, dan memberi kepada anak yatim adalah salah satu bentuk pemberian yang sangat dianjurkan.
Keutamaan keempat adalah menyantuni anak yatim melatih seseorang untuk memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Dengan menolong anak yatim, seseorang akan semakin peka terhadap kebutuhan orang lain dan lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Kepedulian sosial ini merupakan nilai penting dalam Islam, yang mengajarkan kita untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga orang lain yang membutuhkan.
Dalam banyak kesempatan, Nabi Muhammad SAW selalu mengingatkan umatnya untuk berbagi dengan sesama, terutama dengan mereka yang kurang beruntung, seperti anak-anak yatim.
Namun, bagaimana cara menyantuni anak yatim dengan cara yang paling ideal? Salah satu contoh yang dapat kita lihat adalah kisah Zainab, istri Ibnu Mas’ud, yang suatu hari pergi menemui Rasulullah SAW untuk bertanya mengenai sedekah yang diberikan kepada anak yatim di rumahnya.
Zainab bertanya kepada Rasulullah, apakah sedekah untuk anak yatim tersebut mendapatkan pahala? Rasulullah menjawab dengan penuh kebijaksanaan, mengatakan bahwa mereka yang menyantuni anak yatim akan mendapatkan dua pahala: pahala menjaga hubungan kekeluargaan dan pahala dari sedekah itu sendiri.
Hal ini menunjukkan bahwa menyantuni anak yatim bukan hanya tentang memberikan bantuan materi, tetapi juga tentang menjalin hubungan yang baik dan peduli terhadap kebutuhan mereka.
Pemberian kepada anak yatim dalam Islam tidak hanya terbatas pada pemberian makanan, pakaian, atau uang. Santunan yang paling ideal adalah dengan membawa mereka ke dalam keluarga dan memperlakukan mereka seperti anggota keluarga sendiri.
Anak yatim harus diperlakukan dengan penuh kasih sayang, dihargai, dan diajarkan tentang kehidupan dengan cara yang baik.
Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang layak, perhatian, dan kasih sayang yang tidak kurang dari apa yang diterima oleh anak-anak yang masih memiliki orang tua.
Salah satu bentuk ideal lainnya adalah memastikan bahwa kebutuhan anak yatim, baik itu dalam hal sandang, pangan, maupun pendidikan, tercukupi dengan baik.
Mereka harus diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, tanpa merasakan kekurangan dalam hidup mereka.
Nabi Muhammad SAW mencontohkan hal ini dengan memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim dan mendorong umatnya untuk melakukan hal yang sama.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa orang yang menyantuni anak yatim dengan memberikan perhatian yang cukup kepada mereka akan mendapat dua pahala yang besar dari Allah.
Artinya, sebagai umat Islam, kita harus berusaha untuk mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW dalam menyantuni anak yatim.
Dengan memberikan perhatian dan kasih sayang kepada mereka, kita tidak hanya membantu meringankan beban hidup mereka, tetapi juga memperbaiki diri kita sendiri.
Menyantuni anak yatim bukan hanya merupakan amalan sosial, tetapi juga merupakan amalan spiritual yang mendatangkan keberkahan hidup, kedamaian hati, dan janji surga.
Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari keutamaan ini dan menjadikan kebiasaan menyantuni anak yatim sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari kita.













