SerambiMuslim.com – Di gurun Safawi, dekat Al-Mafraq, Yordania, berdiri sebuah pohon tua yang diyakini sebagai saksi perjalanan awal Nabi Muhammad.
Disebut Pohon Sahabi, pohon ini bukan manusia, tapi diyakini pernah menjadi tempat berteduh Nabi ketika masih kecil dalam perjalanan dagang menuju Syam.
Menurut sejumlah riwayat, termasuk yang dikutip situs Royal Jordanian, perjalanan kafilah Quraisy berhenti di tengah gurun tandus untuk beristirahat di bawah pohon ini. Saat itulah seorang pendeta Nasrani bernama Bahira melihat fenomena unik, awan menaungi salah satu anggota rombongan.
Bahira mendekati rombongan dan mengenali seorang anak kecil bernama Muhammad. Setelah berbincang dengan pamannya, Abu Talib, dan memperhatikan beberapa tanda, Bahira diyakini menyadari bahwa anak itu kelak akan menjadi nabi. Ia pun menasihati Abu Talib untuk menjaga Muhammad selama perjalanan.
Pohon yang dikenal dengan nama latin Atlantic Pistachio ini kemudian diberi julukan “Pohon Sahabi”, mengacu pada istilah sahabat Nabi.
Keunikan pohon ini makin terasa karena berdiri sendirian di gurun tanpa pepohonan lain di sekitarnya.
Penemuan kembali pohon ini dilakukan oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Yordania. Setelah menelaah arsip di Royal Archives, yang ditugaskan oleh pamannya, Raja Hussein, Pangeran Ghazi menemukan dokumen lama yang menunjukkan lokasi pohon di wilayah Safawi, Zarqa Governorate. Pohon ini sempat terlewat dalam inventarisasi situs suci pada masa Raja Abdullah I.
Kini, Pohon Sahabi menjadi destinasi wisata religi bagi peziarah dan wisatawan internasional. Dengan usia diperkirakan lebih dari 1.400 tahun, pohon ini dianggap sebagai saksi hidup perjalanan awal Nabi Muhammad.
Bagi banyak pengunjung, Pohon Sahabi bukan sekadar pohon tua, tetapi simbol sejarah dan spiritual yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. ***






