Kemenhaj Sarankan Mempelai Wanita Minta Mahar Naik Haji

Kakanwil Kemenhaj Jawa Tengah menyarankan mahar pernikahan berupa porsi haji senilai Rp25 juta sebagai investasi ibadah di tengah panjangnya antrean haji. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto, mengusulkan agar generasi muda mempertimbangkan mahar pernikahan dalam bentuk tiket ibadah haji. Menurutnya, pilihan tersebut memiliki nilai manfaat jangka panjang dibandingkan bentuk mahar lainnya.

“Kalau memungkinkan, anak muda sekarang, terutama generasi milenial, saat menikah bisa mempertimbangkan mahar berupa tiket haji,” ujar Fitriyanto, Rabu, 15 April 2026.

Ia menjelaskan, saat ini masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia telah diseragamkan di seluruh provinsi, yakni sekitar 26 tahun. Di Jawa Tengah sendiri, masa tunggu tersebut justru mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya yang mencapai 30 tahun.

Fenomena panjangnya antrean ini, kata Fitriyanto, mendorong banyak orang tua untuk mendaftarkan anak bahkan cucu mereka sejak usia dini sebagai calon jamaah haji.

“Sekarang banyak orang tua yang sudah mampu langsung mendaftarkan anaknya. Misalnya anak usia 12 tahun didaftarkan sekarang, maka ketika berangkat nanti usianya sudah sekitar 38 tahun,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya perencanaan sejak awal bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji. Salah satu cara yang dinilai realistis adalah melalui mahar pernikahan.

“Mahar porsi haji itu sekitar Rp25 juta. Kalau dibandingkan dengan mahar lain seperti emas atau perlengkapan ibadah, nilainya kadang juga bisa setara bahkan lebih,” katanya.

Menurutnya, penggunaan mahar dalam bentuk tiket haji haji tidak bertentangan dengan ketentuan pernikahan dan justru memberikan manfaat yang lebih jelas di masa depan.

“Ini lebih bermanfaat karena langsung menjadi investasi ibadah,” katanya.

Sementara itu, data tahun 2026 menunjukkan jumlah jamaah haji asal Jawa Tengah mencapai 34.122 orang. Jamaah termuda tercatat berusia 14 tahun, sedangkan yang tertua mencapai 94 tahun. Pemberangkatan kloter pertama dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026 menuju Arab Saudi.

Di sisi lain, jumlah daftar tunggu calon jamaah haji di Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 911 ribu orang. Angka tersebut menempatkan provinsi ini sebagai daerah dengan antrean haji terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Timur. ***