PPIH dan Otoritas Nabawi Perkuat Pengamanan Haji 2026

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi merilis jadwal operasional haji 2027 atau musim haji 1448 H. Simak tahapan persiapan, visa, hingga kedatangan jemaah. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Upaya memperkuat perlindungan dan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia terus dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Madinah.

Hal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi dan audiensi yang dilakukan Kepala Daker Madinah 2026, Khalilurrahman, bersama jajaran kepada otoritas keamanan Masjid Nabawi.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan PPIH diterima langsung oleh pimpinan otoritas keamanan Masjid Nabawi, Mayjen Syu’ab bin Nuaiman Al Bardawi.

Turut hadir dalam kunjungan itu sejumlah pejabat teknis, di antaranya Kepala Seksi Perhitungan Jemaah Letkol Ali Nurokhim dan Kepala Seksi Khusus Masjid Nabawi Letkol M. Thoriq.

Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman, menyampaikan bahwa koordinasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah, khususnya saat beribadah di Masjid Nabawi.

“Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi. Kami ingin memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan perlindungan optimal, terutama di area Masjid Nabawi,” ujar Khalilurrahman.

Ia menjelaskan, kedatangan jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai 22 April 2026 dengan jumlah jemaah reguler mencapai 23.320 orang. Untuk itu, pihaknya menekankan pentingnya kerja sama intensif dengan otoritas setempat.

Selain itu, PPIH juga menyiapkan petugas khusus di Masjid Nabawi yang akan membantu pengamanan dan pelayanan jemaah, termasuk dalam situasi darurat seperti jemaah yang terpisah dari rombongan atau mengalami gangguan kesehatan.

“Kami menugaskan personel khusus di Masjid Nabawi untuk membantu jamaah, baik dalam kondisi darurat maupun kebutuhan pendampingan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, pimpinan otoritas keamanan Masjid Nabawi, Mayjen Syu’ab bin Nuaiman Al Bardawi, menyambut baik langkah koordinasi tersebut. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya yang dilakukan PPIH dalam meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji Indonesia.

“Kami mengapresiasi kesiapan dan koordinasi yang dilakukan PPIH. Kami siap mendukung penuh demi menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh jemaah,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau agar seluruh petugas aktif berkomunikasi dan tidak ragu melaporkan setiap permasalahan yang terjadi di lapangan. Menurutnya, respons cepat menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban.

“Jika terjadi situasi darurat, petugas dapat segera memanfaatkan layanan call center 911 untuk penanganan cepat,” tegasnya.

Melalui pertemuan ini, sinergi antara Indonesia dan otoritas Arab Saudi diharapkan semakin solid. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, dan humanis bagi seluruh jemaah Indonesia. ***