Fikih  

7 Dosa yang Sering Tak Disadari Perempuan, Wajib Diwaspadai

Kenali tujuh dosa yang sering tidak disadari kaum perempuan, mulai dari tabarruj, membuka aurat, prasangka buruk, ghibah hingga malas-malasan. (Foto: Getty Images/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Ada sejumlah perbuatan yang tampak sepele, tetapi ternyata dapat menjadi dosa dan perlu diwaspadai setiap muslimah.

Rasulullah SAW bahkan pernah mengingatkan Sayyidah Aisyah RA mengenai bahaya meremehkan dosa kecil.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa seorang muslim perlu berhati-hati terhadap setiap perbuatannya.

Sebab, sekecil apa pun perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Hal ini sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad.

“Dari Aisyah RA, ia berkata bahwa suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, ‘Wahai Aisyah, hindarilah olehmu amal-amal yang remeh (dan dalam satu lafaz disebutkan dosa-dosa kecil). Karena ada yang akan menuntut dari Allah terhadap amal-amal itu.” (HR Ahmad)

Hadits tersebut menjadi pengingat agar umat Islam tidak menganggap ringan perbuatan yang dapat mendatangkan dosa.

Kaum perempuan juga perlu mengenali berbagai perbuatan yang mungkin dilakukan tanpa disadari.

Muhasabah diperlukan agar setiap muslimah dapat memperbaiki diri dan meninggalkan perbuatan yang dilarang.

Berikut tujuh dosa yang sering tidak disadari kaum perempuan.

1. Tabarruj

Salah satu perbuatan yang perlu diwaspadai adalah tabarruj atau berdandan secara berlebihan. Perbuatan tersebut dapat menjadi dosa apabila dilakukan dengan tujuan tertentu yang dilarang dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

“Dan seburuk-buruknya wanita adalah yang tabarruj dan sombong. Mereka itulah orang-orang munafik. Tidak akan masuk surga salah seorang di antara mereka, kecuali seperti gagak putih.” (HR Baihaqi)

Tabarruj menjadi persoalan ketika seseorang sengaja melakukannya agar mendapat perhatian orang lain.

Perbuatan tersebut juga perlu dihindari ketika seseorang tidak berniat bertobat atau menganggap remeh dosanya.

Selain itu, pengaruh terhadap perempuan lain untuk melakukan tabarruj juga perlu diwaspadai.

2. Memperlihatkan Aurat

Aurat merupakan bagian tubuh yang wajib ditutupi dan dilindungi dari pandangan orang lain. Hal tersebut terutama berlaku ketika berhadapan dengan orang yang bukan mahram.

Islam menganjurkan muslimah mengenakan pakaian yang menutup aurat. Perintah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kehormatan dan melindungi diri.

Rasulullah SAW juga memberikan peringatan mengenai perempuan yang mengumbar aurat.

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat. Pertama, suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia. Kedua, wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR Muslim)

Hadits tersebut menjadi peringatan agar muslimah memperhatikan cara berpakaian.

3. Berprasangka Buruk

Berprasangka buruk terhadap orang lain juga termasuk perbuatan yang dilarang dalam Islam.

Allah SWT melarang hamba-Nya melakukan prasangka buruk tanpa dasar yang benar. Larangan tersebut terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 12.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Ayat tersebut juga mengingatkan umat Islam agar tidak mencari-cari kesalahan orang lain.

Larangan tersebut juga berkaitan dengan perbuatan ghibah atau menggunjing.

4. Kurang Bersyukur

Kurang bersyukur terhadap nikmat Allah SWT juga perlu menjadi bahan introspeksi.

Allah SWT menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba yang bersyukur. Sebaliknya, manusia diperingatkan mengenai akibat mengingkari nikmat yang telah diberikan.

Hal tersebut tercantum dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 7.

Allah SWT berfirman:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

Karena itu, seorang muslim dianjurkan senantiasa mensyukuri berbagai nikmat yang telah diterimanya.

5. Ghibah

Ghibah atau menggunjing merupakan perbuatan tercela yang dilarang dalam Islam.

Perbuatan tersebut terjadi ketika seseorang membicarakan orang lain dengan sesuatu yang tidak disukainya.

Larangan mengenai ghibah juga tergambar dalam Al-Qur’an.

Dalam Surah Al-Mudatsir ayat 45, penghuni neraka menjelaskan salah satu perbuatan mereka.

وَكُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَاۤىِٕضِيْنَۙ

Artinya: “Bahkan, kami selalu berbincang (untuk tujuan yang batil) bersama para pembincang.”

Karena itu, kebiasaan membicarakan keburukan orang lain perlu dihindari.

Muslimah juga perlu berhati-hati agar percakapan sehari-hari tidak berubah menjadi ghibah.

6. Tidak Memiliki Rasa Malu

Rasa malu merupakan salah satu akhlak yang perlu dijaga seorang muslim.

Hilangnya rasa malu dapat membuat seseorang lebih mudah melakukan perbuatan yang tidak semestinya.

Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya mengenai pentingnya memiliki rasa malu.

“Sesungguhnya di antara yang dipahami manusia dari ucapan para nabi terdahulu adalah, ‘Jika tidak malu lagi, perbuatlah yang engkau suka’.” (HR Bukhari)

Hadits tersebut menjadi peringatan sekaligus sindiran bagi manusia yang kehilangan rasa malu.

Rasa malu tersebut berlaku dalam hubungan manusia dengan Allah SWT maupun sesama manusia.

7. Malas-malasan

Malas-malasan sering dianggap sebagai kebiasaan biasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sikap tersebut dapat membuat seseorang mengabaikan amanah dan tanggung jawab.

Kemalasan juga disebut sebagai akhlak yang tercela.

Rasulullah SAW bahkan berdoa agar dijauhkan dari rasa malas.

Doa tersebut berbunyi:

Allahumma inni a’uudzubika minal ajzi, wal jubni, wal harami, wal bakhli.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung diri kepada-Mu dari tidak berdaya, malas, pengecut, pikun, dan pelit.” (HR Muttafaq Alaih)

Doa tersebut mengingatkan umat Islam agar senantiasa memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai sifat yang tercela.

Dengan mengenali berbagai perbuatan tersebut, setiap muslimah dapat lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Muhasabah juga penting dilakukan agar perbuatan yang dianggap kecil tidak terus dilakukan tanpa disadari. (*)