SerambiMuslim.com – Bulan Sya’ban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah, berada setelah Rajab dan sebelum Ramadhan.
Umat Islam memasuki malam Nisfu Sya’ban 1447 Hijriyah pada Senin, 2 Februari 2026, setelah Maghrib. Dengan demikian, 15 Sya’ban 1447 Hijriyah jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Sirojuddin Ibnu al-Mulaqqin (w. 804 H) menjelaskan, kata Sya’ban bermakna bercabang, memancar, dan bertebaran. Ia menyebut, orang Arab dahulu berpencar mencari sumber air pada bulan tersebut.
“Sya’ban dinamakan demikian karena mereka berpencar untuk mencari air,” tulis Ibnu al-Mulaqqin.
Ibnu Sayyidih menambahkan, Sya’ban juga merujuk kebiasaan Arab berpencar untuk berperang.
Ibnu Hajar al-Asqalani menguatkan pendapat tersebut dalam karya-karyanya. “Dinamakan Sya’ban karena mereka berpencar setelah bulan Rajab,” tulis Ibnu Hajar.
Adapun Nishfu berarti setengah dari suatu bilangan atau waktu. Nishfu Sya’ban bermakna pertengahan bulan Sya’ban dalam penanggalan Hijriyah.
Ustaz Hanif Luthfi menjelaskan, malam Nishfu Sya’ban terjadi pada malam tanggal 14 Sya’ban.
“Pergantian tanggal Hijriyah dimulai sejak matahari terbenam,” jelas Ustaz Hanif Luthfi.
Ia menukil hadis tentang keutamaan malam pertengahan bulan Sya’ban. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari Aisyah RA.
Namun, Imam Bukhari menilai hadis tersebut berstatus dhaif. Penilaian itu didasarkan pada terputusnya jalur sanad periwayatan.
Ibnu al-Jauzi mengutip Imam ad-Daraquthni yang menilai hadis itu mudhtarib.
“Sanadnya tidak valid,” tegas Imam ad-Daraquthni. ***







