Berita  

Cara Membangunkan Sahur di Zaman Rasulullah

Sahur menjadi waktu penuh berkah dalam Ramadhan. Ketahui tradisi, adab, dan tips asupan sahur agar puasa lebih lancar dan sehat sepanjang hari. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Sahur menjadi salah satu praktik penting selama bulan suci Ramadan. Nabi Muhammad SAW menekankan keberkahan sahur sebagai persiapan fisik dan spiritual sebelum menjalani puasa seharian.

Dalam hadis riwayat Ahmad, Rasulullah SAW menegaskan:

“Bersahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu penuh dengan keberkahan.”

Sahur merupakan waktu makan sebelum Subuh, biasanya diisi dengan roti, daging, atau kurma bagi masyarakat Arab, agar tubuh cukup tenaga menahan lapar dan dahaga hingga waktu berbuka. Rasulullah SAW juga menganjurkan agar sahur dilakukan secukupnya:

“Sahur itu makanan yang barakah, janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya meneguk setengah air.”

Tradisi Bangunkan Sahur

Tradisi membangunkan sahur telah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Saat itu, suara azan menjadi penanda waktu sahur dan waktu Subuh.

Bilal bin Rabah diperintahkan untuk mengumandangkan azan di malam hari sebagai tanda sahur, sementara Abdullah bin Ummi Maktum bertugas azan sebagai penanda masuknya waktu Subuh:

“Sesungguhnya Bilal azan pada waktu malam, maka makan dan minumlah kalian sampai terdengar azan Ibnu Ummi Maktum.” (HR Bukhari)

Di masa kini, beberapa komunitas di Arab masih menjaga tradisi ini dengan berkeliling kampung membawa lentera khas (fanus) dan menabuh gendang (duf al-bazah) sambil meneriakkan yel-yel membangunkan sahur.

Adab Sahur

Salah satu adab sahur yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah mengakhirkan waktu sahur agar mendekati waktu Subuh. Diriwayatkan dari Anas bin Malik dan Zaid bin Tsabit:

“Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian berdiri untuk melaksanakan shalat. Waktu antara keduanya kira-kira sama dengan membaca 50 ayat.” (Muttafaqun ‘alaih)

Selain itu, Rasulullah SAW menekankan pentingnya sahur, meski hanya minum seteguk air, karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas orang yang sahur (HR Ahmad).

Asupan yang Tepat untuk Sahur

Sahur dan berbuka puasa perlu mengutamakan rehidrasi dan asupan nutrisi yang tepat. Menu sahur sebaiknya mencakup:

  • Sayuran dan buah-buahan untuk vitamin dan serat.
  • Karbohidrat kompleks seperti roti gandum atau oatmeal untuk energi yang bertahan lama.
  • Protein dari daging, ikan, atau susu untuk regenerasi sel tubuh.

Hindari makanan kalengan atau instan yang tinggi gula dan pewarna buatan. Konsumsi glukosa instan berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah, kelelahan, dan dehidrasi selama puasa.

Dengan persiapan sahur yang tepat, seorang Muslim dapat menjalani puasa dengan lebih lancar, tetap fokus beribadah, dan menjaga kesehatan tubuh sepanjang hari. ***