Berita  

Eks Presiden Iran Selamat dari Serangan AS-Israel

Mantan Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, selamat dari serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu. (Foto: Int)

SerambiMuslim.com – Mantan Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dipastikan masih hidup dan dalam kondisi baik meski serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel menargetkan tokoh-tokoh penting Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu.

Sebelumnya, sejumlah pemberitaan internasional sempat melaporkan bahwa Ahmadinejad gugur dalam serangan tersebut. Namun, kantor berita Anadolu Agency menegaskan bahwa mantan presiden Iran 2005-2013 itu selamat tanpa cedera.

“Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad masih hidup, dan tidak terluka meskipun serangan gabungan AS-Israel menargetkan kepemimpinan senior di Iran serta infrastruktur militer,” demikian laporan Anadolu, dikutip Kamis, 5 Maret 2026.

Seorang ajudan Ahmadinejad mengatakan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengannya. “Semuanya baik-baik saja,” ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa serangan tersebut mengenai sebuah bangunan tempat para pengawal presiden berada, yang menewaskan satu pengawal dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

“Lokasinya kurang dari 100 meter dari tempat Ahmadinejad berada, tetapi beliau tidak terpengaruh dan tidak menjadi sasaran,” kata sumber tersebut.

Serangan gabungan AS-Israel menargetkan kawasan Narmak di timur laut Teheran, serta sejumlah kota lain seperti Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj. Presiden AS, Donald Trump, mengonfirmasi operasi militer berskala besar tersebut.

“Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang datang dari rezim Iran. Rezim Iran adalah kelompok jahat yang terdiri dari orang-orang kejam dan tidak boleh memiliki senjata nuklir,” ujar Trump dalam pernyataan resmi.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel menyebut bahwa Tel Aviv telah melancarkan serangan kedua terhadap Iran, yang turut di-back up oleh pasukan AS.

Media Iran melaporkan beberapa ledakan terdengar di berbagai kota, dan layanan seluler di Teheran sempat terputus.

Sebagai respons, militer Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah pendudukan Israel, serta ke pangkalan militer AS di Qatar, Kuwait, dan negara-negara Arab lainnya. Otoritas militer Iran menegaskan akan terus membalas setiap serangan sepihak.

Mahmoud Ahmadinejad dikenal sebagai presiden yang sederhana, merakyat, dan vokal terhadap dominasi Barat, terutama AS, di Timur Tengah.

Sebelum menjadi presiden, ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Teheran dan menjadi anggota IRGC.

Selama masa kepresidenannya, Ahmadinejad kerap bersikap konfrontatif terhadap Israel, termasuk menyatakan akan menghapus “Zionis Israel dari peta dunia” pada 2005. ***