SerambiMuslim.com – Harga daging sapi mulai merangkak naik menjelang Iduladha 2026. Perum Bulog bergerak cepat dengan menggandeng BUMN pangan untuk menahan lonjakan di pasar.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan kenaikan harga ditemukan saat inspeksi mendadak di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa, 14 April 2026. Harga daging sapi tercatat naik dari sekitar Rp140 ribu menjadi Rp150 ribu per kilogram.
“Komoditas yang menjadi perhatian saat ini adalah daging sapi. Ada indikasi kenaikan dipicu pelaku usaha yang menahan pasokan untuk menghadapi Iduladha,” ujar Rizal.
Menurutnya, kenaikan tersebut masih dalam batas terkendali dan dapat diintervensi melalui penambahan pasokan. Bulog pun berkoordinasi dengan sejumlah BUMN pangan, termasuk PT Berdikari, guna memperkuat distribusi daging di pasar.
“Kami telah berkomunikasi dengan Berdikari untuk menyalurkan daging beku ke jaringan SP2KP agar harga kembali mendekati HAP Rp140 ribu per kilogram,” kata Rizal.
Distribusi akan difokuskan melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SP2KP). Upaya ini diharapkan mampu meredam tekanan harga menjelang hari besar keagamaan.
Di sisi lain, Bulog memastikan harga sejumlah komoditas pangan lain masih relatif stabil. Beras dan minyak goreng tetap tersedia dengan harga sesuai ketentuan.
Namun, permintaan minyak goreng kemasan sederhana Minyakita justru mengalami peningkatan. Kondisi ini dipicu kenaikan harga bahan baku plastik yang berdampak pada minyak curah.
“Kenaikan harga plastik membuat minyak curah ikut terdampak. Konsumen kemudian beralih ke Minyakita, sehingga permintaannya meningkat,” ujar Rizal.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, Bulog telah mengajukan tambahan kuota Minyakita. Distribusi juga kembali ditingkatkan setelah sebelumnya difokuskan pada penyaluran bantuan selama Ramadan dan Idulfitri.
“Setelah periode Ramadan dan Idulfitri, distribusi kami dorong kembali melalui pasar SP2KP,” kata dia.
Dalam pemantauan yang sama, harga telur dan bawang masih terjaga. Telur ayam negeri berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram, telur ayam kampung sekitar Rp3.000 per butir, dan telur bebek Rp3.500 per butir.
Sementara itu, stok beras nasional dilaporkan mencapai sekitar 4,75 juta ton, dengan realisasi serapan lebih dari 1,96 juta ton atau setara 49,2 persen. ***






