SerambiMuslim.com – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memperkuat kerja sama internasional di sektor halal dengan menggelar Courtesy Meeting & Discussion with China Halal Certification Bodies, Selasa, 28 April 2026.
Kegiatan ini melibatkan 18 Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) asal China sebagai bagian dari persiapan implementasi kebijakan wajib sertifikasi halal yang akan berlaku mulai Oktober 2026.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan mendorong kemudahan akses perdagangan produk halal yang tetap memenuhi standar seleksi ketat.
“Semua lembaga halal dari China, kami undang untuk bersama-sama membangun ekonomi yang lebih baik, dengan semangat saling menguntungkan. Ekspor diharapkan semakin mudah, tetapi tetap terseleksi,” ujar Haikal dalam keterangannya.
Babe Haikal, panggilan akrabnya, menegaskan bahwa penguatan kerja sama tidak hanya terbatas pada sertifikasi produk, tetapi juga mencakup seluruh ekosistem halal. Hal ini meliputi proses inspeksi, pengelolaan inventori, pengemasan, hingga distribusi.
Dalam forum tersebut, ia menekankan bahwa kebijakan mandatory halal kini diperluas menjadi pengendalian halal secara menyeluruh (end-to-end). Dengan demikian, perusahaan tidak hanya wajib memastikan kehalalan produk, tetapi juga seluruh rantai distribusinya.
“Ke depan, perusahaan harus memastikan bahwa proses pengemasan, penyimpanan, dan distribusi telah memenuhi ketentuan sertifikasi halal,” kata Haikal.
Menurutnya, kebijakan ini dirancang untuk meminimalkan risiko kontaminasi bahan non-halal terhadap produk, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk halal yang beredar di Indonesia.
China dipilih sebagai negara pertama dalam forum ini karena memiliki jumlah LHLN terbanyak serta volume perdagangan produk yang signifikan dengan Indonesia. Selain itu, negara tersebut dinilai sebagai salah satu pelopor dalam pengembangan industri halal global.
“Kita bisa belajar dari China. Meskipun mayoritas penduduknya non-Muslim, mereka sangat aware terhadap standar halal,” ujarnya.
Ke depan, BPJPH berencana memperluas kerja sama serupa dengan lembaga halal dari negara lain, termasuk kawasan Eropa. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk menjadikan sektor halal sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejumlah LHLN China yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Shenzhen One Gate Halal Centre, Shandong Halal Certification Service (SHC), Shanghai Global Halal Certification Service, hingga International Halal Certification Center Limited. ***






