Indonesia Siap Dorong Solidaritas Dunia Islam

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Anis Matta, menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif memperkuat solidaritas dunia Islam di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks. (Foto: kompas.com)

SerambiMuslim.com –  Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Anis Matta, menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif memperkuat solidaritas dunia Islam di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks.

Pernyataan tersebut disampaikan Anis dalam seminar bertajuk Indonesia and Integration into the Islamic World: New Roadmap yang digelar melalui kerja sama KBRI Kairo dan Al Hewar Center for Political and Media Studies di Kairo, Mesir, Rabu, 4 Februari 2026.

“Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, yang demokratis dan stabil, memiliki modal strategis untuk membangun kemitraan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia Islam,” ujar Anis dalam keterangannya yang dikutip dari ANTARA, Kamis, 19 Februari 2026.

Tantangan Fragmentasi dan Krisis Tata Kelola Global

Dalam forum tersebut, Anis menyoroti kondisi dunia Islam yang masih menghadapi fragmentasi internal, di tengah menurunnya kepercayaan terhadap sistem tata kelola global.

Menurut dia, situasi ini membutuhkan pendekatan baru berbasis kolaborasi dan kemandirian strategis.

“Dunia Islam perlu menguatkan kembali semangat kolektivitas. Tantangan geopolitik saat ini tidak bisa dihadapi secara parsial, melainkan melalui kemitraan yang solid dan setara,” katanya.

Ia menambahkan, Indonesia siap mengambil bagian dalam upaya tersebut dengan menawarkan pengalaman kebangsaan yang dinilai relevan bagi negara-negara Muslim lainnya.

Pancasila sebagai Model Moderasi

Anis juga menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan di tengah transisi global yang ditandai konflik dan ketidakpastian.

Menurutnya, fondasi kebangsaan Indonesia yang bertumpu pada ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial telah membentuk karakter Indonesia sebagai negara Muslim yang demokratis dan modern.

“Proses panjang itu menjadikan Indonesia mampu menjaga stabilitas domestik sekaligus berkontribusi di tingkat regional maupun global,” ujarnya.

Seminar tersebut dihadiri kalangan akademisi serta praktisi diplomasi di Kairo. Para peserta disebut memberikan respons positif terhadap gagasan penguatan integrasi dunia Islam dengan Indonesia sebagai salah satu penggeraknya.

Mereka menilai Indonesia memiliki potensi strategis untuk mempererat jejaring dunia Islam, dengan Mesir dipandang sebagai mitra penting dalam menjangkau kawasan Afrika dan negara-negara Muslim lainnya.

Dalam forum itu juga dihasilkan sejumlah rekomendasi, di antaranya penguatan kolaborasi antar lembaga pemikir (think tank), kerja sama media, serta program penerjemahan untuk membangun narasi positif tentang Islam, Indonesia, dan kemitraan Global South. ***