SerambiMuslim.com – Tentara Israel (IDF) dilaporkan menyiksa seorang bayi Palestina berusia 18 bulan di Gaza Tengah.
Jurnalis Palestina, Usamah Al-Kahlout, awalnya membagikan kisah itu di media sosial, yang kemudian diverifikasi oleh Aljazirah.
Aljazirah melaporkan, anak tersebut, Karim Abu Nassar, ditahan dekat kamp pengungsi Al-Maghazi, Gaza Tengah, pada Senin lalu.
Menurut warga setempat, dua hari sebelumnya, Abu Nassar bersama anaknya keluar membeli kebutuhan sehari-hari ketika terkena tembakan IDF.
“Rumah kami dekat perbatasan timur Maghazi. Tiba-tiba kami berada di tengah tembakan, dan mereka memaksa saya menyerahkan anak saya,” ujar Abu Nassar.
Saksi mata mengatakan, pasukan Israel menggunakan quadcopter untuk memaksa Karim berada di tanah dan membawa ke pos pemeriksaan militer.
Di pos tersebut, pasukan menahan anak sambil menginterogasi ayahnya, sekaligus melakukan penyiksaan fisik.
Dokumentasi medis menunjukkan Karim menderita luka bakar dan tusukan. Aljazirah melaporkan, “Mereka menyundut rokok di tubuhnya dan menusukkan paku ke kakinya di depan ayahnya.”
Karim ditahan sekitar 10 jam sebelum dibebaskan melalui Palang Merah Internasional dan dikembalikan ke keluarganya.
Ayahnya tetap ditahan di Israel, dan keluarga meminta organisasi internasional campur tangan untuk memastikan perawatan medis.
Peristiwa ini terjadi di tengah serangan Israel yang masih berlanjut meski gencatan senjata dilaksanakan Oktober 2025.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, ratusan warga Palestina tewas dan ribuan terluka sejak gencatan senjata. Total korban sejak Oktober 2023 mencapai lebih 72.000 orang, dengan 171.000 luka-luka.
Sebelumnya, empat polisi Palestina tewas dan delapan lainnya luka-luka akibat serangan pesawat tak berawak Israel di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza Tengah, Ahad lalu.
Sumber medis di Kompleks Medis Al-Awda membenarkan para korban dibawa ke rumah sakit, sementara Kementerian Dalam Negeri Gaza menyatakan kendaraan yang diserang sedang menjalankan tugas resmi.
Serangan tersebut menargetkan unit polisi di wilayah pusat, menimbulkan korban jiwa dan mengganggu layanan administrasi serta keamanan.
Hari yang sama, seorang warga sipil Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka di Kota Gaza, dekat gedung pengadilan lama di Sheikh Radwan.
Sumber medis mengonfirmasi adanya korban jiwa di antara warga yang berkumpul. Insiden ini termasuk serangkaian serangan yang menargetkan wilayah sipil padat penduduk. ***







