SerambiMuslim.com – Nabi Muhammad SAW mewasiatkan tiga amalan sederhana namun sarat keutamaan kepada umat Islam melalui sahabatnya, Abu Hurairah.
Ketiga amalan tersebut meliputi puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dua rakaat, serta shalat Witir sebelum tidur.
Amalan ini menjadi latihan spiritual untuk membiasakan diri dalam kebaikan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta meraih pahala secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Abu Hurairah berkata:
“Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku dengan tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dua rakaat, dan melaksanakan shalat Witir sebelum tidur.” (HR Imam Al-Bukhari)
Penulis Muhammad Khalil Itani dalam bukunya menjelaskan bahwa wasiat tersebut tidak hanya ditujukan kepada Abu Hurairah, tetapi berlaku bagi seluruh umat Islam sebagai bentuk pembiasaan dalam menjalankan kebaikan dan menjauhi kemungkaran.
Puasa Tiga Hari Setiap Bulan
Puasa sunnah tiga hari setiap bulan memiliki keutamaan besar. Dalam ajaran Islam, satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Dengan demikian, puasa tiga hari setiap bulan setara dengan berpuasa sepanjang bulan.
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa tiga hari setiap bulan dan dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR Imam Muslim)
Terkait waktu pelaksanaannya, para ulama memiliki perbedaan pendapat. Sebagian menganjurkan pada awal bulan, sementara lainnya pada hari-hari putih (ayyamul bidh), yakni tanggal 13, 14, dan 15 Hijriyah.
Istri Rasulullah SAW, Aisyah mengatakan:
“Rasulullah SAW biasa berpuasa tiga hari setiap bulan.”
Ketika ditanya hari pelaksanaannya, ia menjawab:
“Beliau tidak memedulikan hari tertentu.” (HR Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah)
Shalat Dhuha Dua Rakaat
Shalat Dhuha merupakan ibadah sunnah muakkadah yang dikerjakan setelah matahari terbit hingga menjelang waktu zuhur. Keutamaannya disebutkan dalam Alquran:
وَالضُّحٰىۙ
“Demi waktu duha.” (QS Surah Ad-Duha: 1)
Selain itu, dalam hadits disebutkan:
“Barang siapa melaksanakan shalat Subuh berjamaah, kemudian duduk berzikir hingga matahari terbit lalu shalat dua rakaat, maka ia mendapat pahala seperti haji dan umrah yang sempurna.” (HR Imam At-Tirmidzi)
Shalat Witir Sebelum Tidur
Shalat Witir juga termasuk sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW menganjurkan pelaksanaannya sebelum tidur, terutama bagi yang khawatir tidak bangun di sepertiga malam terakhir.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Allah SWT menambahkan satu shalat bagi kalian yang lebih baik dari unta merah, yaitu shalat Witir. Waktunya antara shalat Isya hingga terbit fajar.” (HR Imam Abu Dawud)
Sementara itu, dalam riwayat lain disebutkan:
“Barang siapa khawatir tidak bangun di akhir malam, hendaklah ia berwitir di awal malam. Dan siapa yang yakin bisa bangun, maka berwitirlah di akhir malam, karena shalat di akhir malam lebih utama.” (HR Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Imam At-Tirmidzi)
Ketiga amalan ini menjadi bagian dari ibadah ringan namun memiliki nilai pahala besar jika dilakukan secara rutin dan konsisten. ***







