Cara Berinvestasi Nabi Muhammad SAW yang Relevan

Nabi Muhammad SAW tidak hanya dikenal sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sosok sukses dalam bisnis. Simak strategi investasi Rasulullah mulai dari membangun kepercayaan, sistem bagi hasil, hingga investasi peternakan dan properti. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Investasi sering dipandang sebagai upaya mengejar keuntungan materi semata. Padahal, teladan Nabi Muhammad SAW menunjukkan investasi berorientasi keberkahan dan kemaslahatan umat.

Investasi juga menjadi sarana mempersiapkan masa depan secara bertanggung jawab. Prinsip investasi Rasulullah tetap relevan diterapkan pada era modern saat ini.

Riset The Rasulullah Way of Business tahun 2021 menyoroti kejujuran sebagai modal utama Nabi Muhammad. Sikap amanah membuat Rasulullah dipercaya investor dan pemodal.

Nabi Muhammad SAW mengelola modal kolektif lalu membagikan keuntungan secara adil. Sistem tersebut dikenal sebagai konsep bagi hasil.

Keuntungan usaha kemudian diinvestasikan untuk memperoleh pendapatan pasif. Salah satu bentuk investasi Rasulullah adalah beternak.

Sejak kecil hingga dewasa, Nabi Muhammad memelihara puluhan ekor unta. Rasulullah juga memiliki kuda, keledai, sapi, dan domba.

Selain peternakan, Nabi Muhammad berinvestasi pada tanah dan properti. Laporan Musaffa menyebut sewa tanah dilakukan dengan konsep bagi hasil.

Rasulullah menyewa kebun kurma dan tanah di Khaybar dari komunitas Yahudi. Pengelola tanah tinggal dan membagi keuntungan bersama.

Konsep kerja sama tersebut dikenal sebagai mudharabah. Aspek penting investasi Nabi Muhammad adalah kebiasaan bersedekah.

Islam mengajarkan adanya hak orang lain dalam harta kekayaan manusia. Bersedekah diyakini mendatangkan keuntungan spiritual dan sosial.

Rasulullah tidak menimbun harta kekayaan. Nabi Muhammad rutin bersedekah berupa uang, pakaian, dan makanan.

Meneladani Rasulullah berarti memilih investasi produktif dan bermanfaat. Investasi dapat dilakukan pada properti, lahan, dan hewan ternak. Bersedekah menjadi pelengkap utama dalam investasi berlandaskan iman.***