Berita  

Untuk Dunia Damai, JK Imbau Masjid Gelar Doa Qunut Nazilah

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026 (Dok. Tim Media Jusuf Kalla)

SerambiMuslim.com – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Muhammad Jusuf Kalla mengajak seluruh pengelola masjid di Indonesia untuk menggelar doa bersama dengan membaca Qunut Nazilah.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perdamaian bagi berbagai wilayah di dunia yang tengah dilanda konflik.

“Kami mengharapkan seluruh masjid di Indonesia dapat memanjatkan doa dan membaca Qunut Nazilah agar konflik-konflik yang terjadi di dunia segera mendapatkan penyelesaian dan menghadirkan kedamaian,” kata Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurutnya, momentum bulan suci Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah konflik.

Ia menilai situasi dunia Islam saat ini tengah menghadapi berbagai ketegangan di sejumlah kawasan, khususnya di kawasan Timur Tengah. Konflik tersebut bahkan berdampak luas hingga ke beberapa negara lain seperti Pakistan, Afghanistan, Kuwait, Arab Saudi, dan Palestina.

“Semoga dalam bulan Ramadan ini kita semua diberikan kekuatan, dan dunia Islam khususnya di Iran, Timur Tengah, serta Palestina dapat memperoleh kedamaian dari Allah SWT,” ujarnya.

JK juga mengajak umat Islam memanfaatkan bulan Ramadan untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama umat Muslim di berbagai belahan dunia.

Instruksi PBNU

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga menginstruksikan seluruh jajaran serta warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk kembali menggalakkan pembacaan Qunut Nazilah dalam setiap shalat fardhu.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat bernomor 51/PB.01/A.II.08.47/99/03/2026 tertanggal 11 Ramadan 1447 H atau 1 Maret 2026. Surat ini ditujukan kepada Pengurus Wilayah NU, Pengurus Cabang NU, Pengurus Cabang Istimewa NU, pengasuh pondok pesantren di lingkungan RMI NU, serta para takmir masjid dan mushala di lingkungan NU.

Dalam surat itu, PBNU menyebutkan bahwa langkah tersebut diambil sebagai respons atas situasi global yang dinilai semakin memprihatinkan.

“Kepada seluruh warga NU untuk menggalakkan kembali pelaksanaan Qunut Nazilah. Doa Qunut Nazilah agar dibaca pada rakaat terakhir dalam setiap shalat fardhu, termasuk Shalat Jumat,” demikian kutipan dalam surat resmi PBNU, Senin, 2 Maret 2026.

Surat tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Katib Aam Akhmad Said Asrori, Ketua Umum Yahya Cholil Staquf, serta Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf.

PBNU juga memberikan panduan teknis pembacaan Qunut Nazilah. Dalam shalat Subuh, doa tersebut dibaca setelah qunut Subuh. Sementara pada shalat lainnya, Qunut Nazilah dibaca pada rakaat terakhir.

Sejarah Qunut Nazilah

Dalam tradisi Islam, Qunut Nazilah dikenal sebagai doa yang dibaca ketika umat Islam menghadapi musibah atau situasi genting.

Doa ini memiliki latar sejarah dari peristiwa tragis yang dikenal sebagai Tragedi Bir Ma’una pada masa Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa tersebut terjadi ketika sekitar 70 sahabat Nabi yang dikenal sebagai penghafal Alquran (Jama’ah Qurra’) diutus untuk mengajarkan Islam kepada suatu kabilah. Namun dalam perjalanan dakwah tersebut, mereka justru dikhianati dan dibunuh oleh pasukan dari beberapa kabilah.

Kabar pembantaian itu membuat Nabi Muhammad SAW sangat berduka. Sejak saat itu, beliau membaca doa Qunut Nazilah dalam shalat berjamaah selama beberapa waktu sebagai doa memohon pertolongan dan keadilan dari Allah SWT.

Untuk diketahui, doa Qunut Nazilah dilakukan saat umat Muslim menghadapi musibah besar, seperti bencana, perang, wabah, atau penindasan. Doa ini dilakukan pada rakaat terakhir setiap shalat fardhu dan shalat Jumat, setelah rukuk (i’tidal). Doa ini dibaca oleh imam dengan suara keras (jahar) maupun sendiri (munfarid). ***