Fikih  

Doa Pengusir Jin Menurut Islam, Lengkap dengan Artinya

FOTO: iStockphoto/Ilustrasi

SerambiMuslim.com – Jin merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang hidup berdampingan dengan manusia, tetapi tidak dapat dilihat dengan mata.

Dalam ajaran Islam, sebagian jin beriman dan sebagian lainnya kafir. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan zikir sebagai bentuk perlindungan dari gangguan jin maupun setan.

Selain membaca doa-doa perlindungan, umat Islam juga dianjurkan memperkuat keimanan dengan memperbanyak ibadah, membaca Aquran, dan menjaga zikir harian. Sejumlah ayat Alquran dan doa yang diajarkan Rasulullah SAW dipercaya menjadi benteng dari gangguan makhluk halus.

Jin Diciptakan dari Nyala Api

Alquran menjelaskan bahwa jin diciptakan Allah SWT dari nyala api. Hal ini disebutkan dalam Surah Ar-Rahman ayat 15:

وَخَلَقَ ٱلْجَآنَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ

Artinya: “Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS Ar-Rahman: 15)

Menurut buku “Mengungkap Rahasia Iblis” karya Muhammad Abdul Muhawiri, yang mengutip penjelasan as-Sayyid Alawi bin Ahmad as-Saggaf dalam kitab Al-Kaukabu Al-Ajuj, jin memiliki zat yang halus dan mampu berubah bentuk. Sebagaimana manusia, terdapat jin yang beriman dan ada pula yang kafir.

Dalam Islam, istilah setan juga dapat merujuk kepada golongan jin yang durhaka dan selalu berupaya menyesatkan manusia.

Cara Melindungi Diri dari Gangguan Jin

Mengacu pada buku “Ensiklopedia Ruqyah” karya Iding Sanus, salah satu cara melindungi diri dari gangguan jin adalah memperbanyak membaca doa-doa perlindungan seperti Surah Al-Falaq, Surah An-Nas, Ayat Kursi, serta zikir-zikir yang diajarkan Rasulullah SAW.

Islam juga menjelaskan bahwa Iblis pernah bersumpah akan menyesatkan keturunan Nabi Adam AS. Meski demikian, Allah SWT menegaskan bahwa Iblis tidak akan mampu menguasai hamba-hamba-Nya yang ikhlas.

Hal tersebut diterangkan dalam Surah Al-Isra ayat 61-65:

“Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” lalu mereka sujud, kecuali Iblis. Ia (Iblis) berkata, “Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah? Ia (Iblis) berkata, “Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil. Dia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamlah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang cukup. Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (Iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka.” Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka. Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga.” (QS Al-Isra: 61-65)

Sementara itu, dalam buku “Allah The Center of Life” karya Haryanto disebutkan bahwa Syaikh Abdussalam Bali, seorang ulama yang dikenal mendalami pengobatan gangguan jin, menyarankan umat Islam untuk berwudu sebelum tidur, membaca Ayat Kursi, dan memperbanyak zikir hingga tertidur.

Doa Pengusir Jin: Arab, Latin, dan Artinya

Berikut beberapa doa pengusir jin dan setan yang dirangkum dari buku “Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-Doa Harian” karya Mahmud Asy-Syafrowi serta “Panduan Lengkap Doa untuk Muslimah” karya Fathuri Ahza Mumtaza.

1. Doa Pengusir Jin Pertama

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

Latin: Audzubillahi minal khabutsi wal khabaaits.

Artinya”Aku berlindung kepada Allah dari (gangguan/kejahatan) setan-setan laki-laki dan setan-setan perempuan.” (HR Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan lainnya)

2. Doa Pengusir Jin Kedua

بِسْمِ اللّٰهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

Latin: Bismillahi allahumma innii a’udzubika minal khubutsi wal khabaaits.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Aku berlindung kepada Allah dari (gangguan/kejahatan) setan-setan laki-laki dan setan-setan perempuan.” (HR Ma’mari)

3. Doa Pengusir Jin Ketiga

رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّيْطِيْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونَ

Latin: Rabbi a’udzubika min hamazatis syayathin wa a’udzubika rabbi an yahdhurun.

Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku dari kedatangan mereka kepadaku.”

4. Doa Pengusir Jin Keempat

أعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ الثَّامَاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ، وَذَرَا وَبَرَا وَمِن شَرِّ مَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا، وَمِن شَرِّ مَا ذَرَأَ فِى الْأَرْضِ ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ أِلَّا طَارِ قًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَارَ حْمٰنُ . رواه أحمد عن عبد الرحمن بن عنبى

Latin: A’uudzu bi kalimaatil laahit taammaatillatii laa yujaawizuhunna barruw wa laa faajirum min syarri maa khalaq, wa dzara-a wa bara-a wa min syarri maa yunazzilu minas samaa-i wa min syarri maa ya’ruju fiihaa, wa min syarri maa dzara-a fil ardh, wa min syarri ma yakhruju minhaa, wa min syarri fitanil laili wan nahaar, wa min syarri kulli thaariqin illaa thaarigan yathruqu bi khairin yaa rahmaan.

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, yang tidak ada kebajikan dan kejahatan yang dapat melampauinya dari kejahatan mahluk-Nya, dari kejahatan yang turun dari langit, dari kejahatan sesuatu yang naik di dalamnya, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan di muka bumi, dari kejahatan yang keluar dari padanya, dari kejahatan fitnah pada waktu malam dan pada waktu siang, dan dari kejahatan setiap jalan, kecuali jalan menuju kepada kebaikan, ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih.” (HR Ahmad dari Abdurrahman)

5. Doa Pengusir Jin Kelima

اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِالشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ.

Latin: Allaahumma faathiras samaawaati wal ardhi, ‘aalimal ghaibi wasy syahaadah, rabba kulli syai’in wa maliikah, asyhadu an laa ilaaha illaa anta. A’uudzu bika min syarri nafsii wa syarris syathaani wa syirkih.

Artinya: “Tuhanku, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang gaib dan nyata, Tuhan dan penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan nafsuku, kejahatan setan, dan sekutunya.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

6. Ayat Kursi

َللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ – 255

Latin: Allaahu laa ilaaha illaa huwal ḥayyul-qayyuum(u), laa ta’khużuhuu sinatuw wa laa naum(un), lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil arḍ(i), man żal lażii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi iżnih(ii), ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuḥiiṭuuna bisyai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-(a), wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal arḍ(a), wa laa ya’uuduhuu ḥifẓuhumaa, wa huwal ‘aliyyul ‘aẓiim(u).

Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” (QS Al Baqarah: 255). (*)