SerambiMuslim.com – Pemerintah Arab Saudi tengah merencanakan pembangunan bandara baru di Makkah. Proyek ini menjadi bagian dari penguatan sektor transportasi dan infrastruktur kota suci tersebut.
CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat Suci, Saleh Al-Rasheed, menyampaikan rencana tersebut. Ia menyebut persetujuan investasi strategis telah diperoleh untuk pengembangan bandara.
“Persetujuan telah diperoleh untuk arah investasi strategis dan ekonomi,” ujarnya dikutip dari Saudi Gazette, Kamis, 9 April 2026.
Bandara baru ini dirancang mengikuti standar global dan melayani jutaan pengunjung.
Pengembangan dilakukan dengan melibatkan sektor swasta. Kerja sama ini untuk memastikan model investasi tetap berkelanjutan.
“Pengembangan dilakukan tanpa mengganggu kelayakan bandara di kota sekitar,” katanya.
Selain bandara, proyek Metro Makkah juga tengah disiapkan. Al-Rasheed menyebut studi kelayakan dan desain awal telah rampung.
Pemerintah Arab Saudi juga memperluas pengembangan sektor perumahan dan layanan publik. Langkah ini bertujuan meningkatkan kenyamanan warga dan jamaah.
Target kepuasan penduduk dan pengunjung ditetapkan mencapai 90,5 persen.
Program “Smart Makkah” menjadi salah satu inisiatif unggulan. Program ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengelola kerumunan. Teknologi tersebut diterapkan di Masjidil Haram dan sekitarnya.
Di sektor transportasi, berbagai moda terus ditingkatkan. Pemerintah Saudi mengembangkan sistem bus, taksi, dan transportasi terpandu.
Layanan “Makkah Taxi” juga mulai dioperasikan. Kendaraan ini dilengkapi sistem pelacakan dan pembayaran digital. Sebagian armada menggunakan teknologi listrik dan hibrida.
Saat ini, jaringan bus mengoperasikan 400 unit di 12 rute. Layanan tersebut mencakup kawasan permukiman dan 430 halte.
Empat stasiun utama juga beroperasi di area pusat kota. “Jumlah pengguna telah melampaui 185 juta penumpang,” ujar Al-Rasheed.
Ia menyebut lebih dari 3,8 juta perjalanan telah diselesaikan.
Pengembangan infrastruktur jalan juga terus dilakukan. Jalan lingkar pertama hingga ketiga kini telah terhubung.
Akses menuju Masjidil Haram dan lokasi suci semakin lancar. Beberapa ruas utama juga ditingkatkan kapasitasnya. Di antaranya Jalan King Abdulaziz dan Jalan Ibrahim Al-Khalil.
Fasilitas pendukung di sekitar Masjidil Haram juga diperluas. Sebanyak 60 bangunan pemeliharaan dan 32 eskalator telah dibangun. Langkah ini untuk meningkatkan efisiensi operasional ibadah.
Pengembangan juga dilakukan di kawasan Arafat dan Mina. Area Arafat diperluas hingga 190.000 meter persegi. Tenda dua lantai seluas 33.000 meter persegi juga dibangun.
Selain itu, 10 menara hunian disiapkan untuk 27.000 jamaah. Rumah sakit darurat berkapasitas 200 tempat tidur dibangun di Mina.
Dalam aspek lingkungan, pemerintah Saudi menanam 20.000 pohon. Kompleks siklus air juga dikembangkan untuk efisiensi sumber daya.
Jalur pejalan kaki teduh dan berpendingin turut dibangun. Luas fasilitas tersebut mencapai 285.000 meter persegi.
Proyek pengelolaan limbah terpadu juga menunjukkan hasil signifikan. “Penghematan mencapai lebih dari 310 juta riyal Saudi,” katanya.
Penghematan berasal dari peningkatan sistem air dan sanitasi.
Pengembangan ini juga mendorong pertumbuhan sektor swasta. Salah satunya pembangunan Stasiun Jamarat Barat.
Fasilitas ini mempercepat proses Tawaf Ifadah. Kapasitasnya mencapai 20.000 penumpang per jam.
Pemerintah Arab Saudi juga mengembangkan enam pasar umum baru. Tiga pasar lama turut direvitalisasi untuk mendukung ekonomi lokal.
Terminal Khusus Haji Indonesia di Arab Saudi
Presiden Prabowo Subianto mengusulkan terminal khusus bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Usulan tersebut disampaikan kepada pemerintah Arab Saudi.
Langkah ini untuk mempercepat arus keberangkatan dan kepulangan jamaah haji. “Saya minta izin agar Indonesia memiliki terminal khusus haji,” ujar Prabowo dalam rapat kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Menurutnya, terminal khusus akan mempercepat proses masuk dan keluar jamaah.
Presiden juga menyoroti masa tunggu haji di Indonesia. Ia menyebut antrean haji kini mencapai maksimal 26 tahun. Angka tersebut turun dari sebelumnya yang mencapai 48 tahun. “Saya akan berjuang agar antrean lebih singkat lagi,” katanya.
Presiden Prabowo juga menanyakan progres Kampung Haji Indonesia. Proyek itu berlokasi di Makkah. Ia meminta penjelasan dari Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Selain itu, hadir pula perwakilan Danantara. Mereka adalah COO Dony Oskaria dan CTO Sigit P. Santosa.
Pemerintah disebut telah mengamankan lahan untuk proyek tersebut. Lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 45 hektare.
“Kita akan membangun perkampungan haji Indonesia,” ujar Prabowo.
Ia menyebut proyek itu mencakup pembangunan sejumlah menara hunian. Fasilitas tersebut dirancang menampung jamaah haji Indonesia.
Presiden juga membahas efisiensi biaya penyelenggaraan haji. Ia memanggil Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan.
Prabowo meminta laporan terkait rencana kerja sama maskapai. Kerja sama akan melibatkan Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Skema yang disiapkan adalah pembentukan perusahaan patungan.
Menurut Presiden, kerja sama ini dapat menekan biaya haji. Ia juga menilai skema tersebut menguntungkan kedua maskapai. “Selama ini pesawat berangkat penuh, pulangnya kosong,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut tidak efisien secara bisnis. Prabowo mengusulkan kepemilikan perusahaan dibagi sama rata.
“Bentuk perusahaan, 50 persen Arab Saudi dan 50 persen Indonesia,” katanya.
Dengan skema ini, pesawat dapat mengangkut penumpang saat kembali. Hal yang sama berlaku bagi pesawat dari Arab Saudi. Pesawat dapat membawa penumpang saat kembali ke negaranya.
Presiden menegaskan instruksi ini telah disampaikan sebelumnya. Ia meminta laporan perkembangan dari manajemen Garuda Indonesia.
“Sudah dikerjakan belum? Saya sudah perintahkan dua bulan lalu,” ujarnya. ***







