SerambiMuslim.com – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Anis Matta, menegaskan kesiapan Indonesia untuk memperkuat solidaritas dunia Islam di tingkat internasional.
Hal ini disampaikan dalam upaya menghadapi dinamika geopolitik global sekaligus mengatasi tantangan bersama.
“Sebagai negara dengan komunitas Muslim terbesar yang demokratis, stabil, dan memiliki otonomi strategis, Indonesia siap membangun kemitraan untuk menghadapi berbagai tantangan dunia Islam,” ujar Anis dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (6/2/2026).
Pernyataan itu disampaikan saat Anis menjadi pembicara dalam seminar “Indonesia and Integration into the Islamic World: New Roadmap”, yang digelar bekerja sama antara KBRI Kairo dan Al Hewar Center for Political and Media Studies, Mesir, pada Rabu (4/2/2026).
Dalam seminar tersebut, Anis menyoroti tantangan dunia Islam, termasuk fragmentasi internal dan menurunnya kepercayaan terhadap tata kelola global. Menurutnya, kondisi ini menuntut solusi berbasis kebersamaan, kemitraan strategis, dan kemandirian.
“Dunia Islam perlu menggelorakan semangat kolektivitas dalam menghadapi dinamika geopolitik global dan kelemahan tata kelola dunia. Indonesia siap berperan mewujudkan hal itu,” tegas Wamenlu.
Ia juga menekankan relevansi nilai-nilai Pancasila bagi dunia Islam di tengah transisi global yang ditandai konflik, ketidakpastian, dan kekacauan sistemik. Anis menguraikan perjalanan Indonesia dalam membangun jati diri kebangsaan melalui prinsip-prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.
“Proses ini telah membentuk Indonesia sebagai negara Muslim yang demokratis, modern, dan stabil, serta mampu berkontribusi di tingkat regional dan global,” kata Anis.
Seminar tersebut mendapat respons positif dari para akademisi dan praktisi diplomasi Mesir. Para peserta menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat integrasi dunia Islam, dengan Mesir sebagai mitra strategis untuk menjangkau Afrika dan negara-negara Islam lainnya.
Selain itu, seminar menghasilkan beberapa rekomendasi, termasuk penguatan kerja sama antara lembaga pemikir, kolaborasi media, dan penerjemahan untuk mempromosikan narasi positif tentang Islam, Indonesia, serta kerja sama Selatan-Global. ***







