SerambiMuslim.com – Kepala Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Gowa (MAN IC Gowa), Burhanuddin, resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.
Burhanuddin tercatat sebagai alumni ke-1579 Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Sidang promosi tersebut digelar secara terbuka dan dipimpin langsung oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis.
Dalam sidang itu, Burhanuddin mempresentasikan disertasi berjudul “Implementasi Moderasi Beragama Kementerian Agama dan Implikasinya terhadap Perilaku Keagamaan di MAN Insan Cendekia Gowa”.
Penelitian tersebut mengkaji secara mendalam pemahaman, implementasi, serta dampak moderasi beragama terhadap perilaku keagamaan pendidik dan peserta didik di madrasah berbasis asrama.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta analisis dokumen di lingkungan MAN Insan Cendekia Gowa.
Usai sidang, Burhanuddin menjelaskan bahwa hasil risetnya menunjukkan penguatan moderasi beragama akan berjalan efektif apabila dibangun melalui sistem pendidikan yang terintegrasi.
“Moderasi beragama tidak cukup diajarkan sebagai konsep. Ia harus dihidupkan dalam budaya madrasah, proses pembelajaran, dan pembinaan keseharian di asrama,” ujar Burhanuddin, dikutip dari laman resmi UIN Alauddin Makassar, Jumat (6/2/2026).
Ia mengungkapkan, temuan penelitian menunjukkan mayoritas pendidik dan peserta didik telah menampilkan sikap toleran, terbuka, serta menolak segala bentuk kekerasan dalam praktik keagamaan.
Meski demikian, Burhanuddin menilai masih terdapat ruang penguatan, khususnya pada aspek kapasitas pendidik.
“Masih dibutuhkan pelatihan yang lebih kontekstual, terutama bagi guru lintas mata pelajaran. Nilai moderasi beragama juga harus terintegrasi dalam pelajaran non-keagamaan dan eksakta,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan kelembagaan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi moderasi beragama di lingkungan madrasah.
“Moderasi harus menjadi budaya institusi, bukan sekadar program sesaat. Kolaborasi seluruh unsur madrasah sangat menentukan keberhasilannya,” tuturnya.
Sidang promosi doktor tersebut menghadirkan tim promotor yang terdiri atas Prof. Dr. K. H. Harun Ar Rasyid, Lc., M.A. sebagai promotor, serta Prof. Dr. Muhaemin Latif, M.Ag., M.Ed. dan Prof. Dr. Abdullah Talib, M.Ag. sebagai kopromotor.
Sementara itu, penguji eksternal adalah Dr. KH. Farid F. Saenong, M.A., Ph.D., Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI, bersama jajaran penguji internal Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.
Dengan capaian akademik tersebut, Burhanuddin menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan praktik moderasi beragama di dunia pendidikan.
Ia berharap model implementasi yang dihasilkan dari risetnya dapat direplikasi di berbagai madrasah dan sekolah berasrama di Indonesia.
“Saya berharap temuan ini dapat berkontribusi dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, inklusif, dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan,” pungkasnya. ***







