UAH Ingatkan Godaan Setan yang Bisa Rusak Rumah Tangga

Ustadz Adi Hidayat (UAH), (int)

SerambiMuslim.com– Pernikahan bukan hanya soal cinta dan komitmen, tetapi juga tentang bagaimana pasangan menjaga keharmonisan dari berbagai ancaman, termasuk dari gangguan yang tak kasat mata. Dalam ceramah terbarunya, Ustadz Adi Hidayat (UAH), seorang pendakwah kondang asal Muhammadiyah, mengingatkan umat tentang peran setan—terutama setan bernama Dasim—yang secara khusus bertugas untuk merusak hubungan rumah tangga.

UAH menjelaskan bahwa gangguan setan dalam kehidupan pernikahan adalah sesuatu yang nyata dan bahkan telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Dalam video ceramah yang diunggah oleh kanal YouTube @suasvideos, beliau menyampaikan bahwa pada umumnya, tiga hingga enam bulan pertama masa pernikahan berjalan normal, dipenuhi dengan rasa cinta dan semangat untuk membangun kehidupan bersama. Namun seiring berjalannya waktu, bisikan setan mulai menyusup dan memengaruhi pandangan pasangan terhadap satu sama lain.

“Seorang suami yang berpamitan ke istrinya dengan biasa saja, tapi saat melihat istri orang lain ada rasa kagum. Begitu pula seorang istri yang meminta izin ke suaminya, lalu saat melihat suami orang lain timbul rasa berbeda. Inilah salah satu pekerjaan Dasim,” ungkap UAH dalam ceramahnya.

Fenomena ini, menurut UAH, bukanlah hal baru. Setan bekerja dengan membolak-balikkan pandangan manusia, membuat pasangan sah tampak membosankan, sementara orang lain terlihat lebih menarik. Inilah strategi halus yang digunakan setan untuk menanamkan benih ketidakpuasan dan membuka jalan menuju perselisihan hingga perceraian.

UAH merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 102 sebagai dalil yang menjelaskan bagaimana setan berusaha menyesatkan manusia, termasuk dalam konteks hubungan suami istri. Dalam tafsir klasik, ayat tersebut mengisahkan bagaimana setan mengajarkan sihir yang dapat memisahkan pasangan, yang menggambarkan betapa seriusnya ancaman ini dalam kehidupan rumah tangga.

Lebih lanjut, UAH juga menyinggung Surah An-Nisa ayat 34 yang menjelaskan bahwa penyebab utama keretakan rumah tangga sering kali berakar dari miskomunikasi. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat, terbuka, dan penuh empati antara suami dan istri.

“Ketika ada masalah dalam rumah tangga, jangan diam saja. Sering kali, persoalan kecil menjadi besar hanya karena tidak segera dikomunikasikan dengan baik,” ujar UAH.

Menurutnya, kesalahan umum dalam pernikahan adalah ketika pasangan memilih untuk mendiamkan konflik atau menyembunyikan perasaan yang seharusnya diutarakan. Sikap diam ini membuka celah bagi setan untuk memperburuk situasi, karena kesalahpahaman yang tidak diselesaikan akan menumpuk menjadi ketidakpercayaan dan akhirnya perpecahan.

Untuk mencegah hal ini, UAH menganjurkan agar pasangan suami istri senantiasa membina kedekatan spiritual bersama. Aktivitas seperti sholat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir bersama dipercaya dapat memperkuat ikatan emosional sekaligus membentengi rumah tangga dari gangguan setan.

“Membangun kedekatan dengan Allah adalah kunci dalam mempertahankan keharmonisan rumah tangga. Ketika hubungan dengan Allah kuat, maka setan akan kesulitan menggoda dan mempengaruhi hati manusia,” tambahnya.

UAH juga berpesan agar setiap pasangan senantiasa mengingat kembali alasan mereka menikah dan memilih satu sama lain. Perjalanan pernikahan mungkin akan dipenuhi tantangan, tetapi mengenang niat awal pernikahan bisa menjadi pengingat yang menguatkan ketika godaan datang.

“Ketika melihat pasangan sendiri mulai terasa biasa saja, ingatlah alasan utama mengapa menikah dengannya. Jangan sampai setan menguasai hati dan membuat rumah tangga hancur,” ujar UAH.

Setan, menurut UAH, tidak akan berhenti menggoda. Karena itu, penting bagi setiap individu dalam pernikahan untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan rasa syukur, dan memperbanyak doa. Ia menekankan bahwa menjaga keutuhan rumah tangga bukan hanya tugas satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

“Mintalah perlindungan kepada Allah agar rumah tangga selalu diberkahi dan dijauhkan dari perpecahan,” tuturnya lagi.

Ceramah UAH ini mendapat perhatian luas di media sosial dan dinilai relevan dengan kondisi sosial saat ini, di mana angka perceraian di Indonesia masih tergolong tinggi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2023 tercatat lebih dari 400 ribu kasus perceraian di Indonesia, dengan alasan terbanyak adalah perselisihan terus-menerus.

Melalui pesan yang disampaikan UAH, publik diajak untuk kembali memahami bahwa rumah tangga adalah ladang ujian yang harus dijaga dengan iman, komunikasi, dan kerja sama. Gangguan, termasuk dari setan seperti Dasim, tidak akan berhenti, tetapi pasangan yang sadar dan siap menghadapi bisa menjaga keharmonisan hingga akhir hayat.