Fikih  

Bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri

FOTO: iStockphoto/Ilustrasi

SerambiMuslim.com – Mandi wajib atau mandi junub merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mengalami hadas besar. Salah satu penyebab hadas besar adalah hubungan suami istri.

Seseorang yang telah berhubungan intim wajib mandi junub sebelum melaksanakan ibadah yang mensyaratkan kesucian. Di antaranya salat, tawaf, dan ibadah lainnya.

Dalam Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa dan Dzikir karya Zakaria R. Rachman dijelaskan bahwa mandi wajib bertujuan menghilangkan hadas besar.

Kewajiban mandi junub berlaku ketika terjadi hubungan suami istri, meskipun tidak disertai keluarnya air mani.

Hal tersebut berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:

“Jika seseorang telah benar-benar melakukan hubungan intim dengan istrinya lantas bertemu dua kemaluan, ia diwajibkan untuk mandi.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat Muslim disebutkan: “Walaupun tidak keluar mani.” (HR Muslim).

Mandi junub dilakukan dengan mengguyur seluruh tubuh menggunakan air hingga mengenai rambut dan kulit.

Melalui mandi wajib, seorang muslim kembali dalam keadaan suci dan dapat menjalankan ibadah yang sebelumnya tidak diperbolehkan saat berhadas besar.

Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri

Niat menjadi rukun pertama dalam mandi wajib. Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan awal air mengalir ke tubuh.

Dalam mazhab Syafi’i, niat dilakukan ketika siraman pertama mengenai badan.

Berikut bacaan niat mandi wajib setelah berhubungan suami istri:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta’ala

Artinya: “Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Rukun Mandi Wajib

Mengacu pada penjelasan Kementerian Agama, terdapat dua rukun yang harus dipenuhi agar mandi wajib dinyatakan sah.

1. Niat

Niat menjadi pembeda antara mandi wajib dan mandi biasa. Tanpa niat, mandi tidak sah sebagai ibadah.

2. Mengguyur Seluruh Tubuh

Air harus mengalir ke seluruh bagian tubuh tanpa terkecuali.

Air wajib mengenai rambut, kulit, pangkal rambut, lipatan tubuh, hingga bagian luar tubuh yang sulit dijangkau.

Karena itu, pastikan tidak ada penghalang yang menghambat air mencapai kulit, seperti lem, cat, atau kotoran yang menempel.

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah

Selain rukun, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan saat mandi junub.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah menjelaskan beberapa tahapan berikut:

1. Membasuh Kedua Tangan

Disunnahkan membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali sebelum memulai mandi.

2. Membersihkan Najis

Najis atau kotoran yang menempel pada tubuh sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu.

3. Berwudhu

Sebelum mandi, disunnahkan berwudhu sebagaimana wudhu untuk salat.

4. Mengguyur Kepala

Siram kepala sebanyak tiga kali hingga air merata ke rambut dan kulit kepala. Pada tahap ini, niat mandi wajib dapat dibaca saat guyuran pertama.

5. Mengguyur Tubuh Sebelah Kanan dan Kiri

Dahulukan bagian tubuh sebelah kanan sebanyak tiga kali. Setelah itu, lanjutkan ke bagian kiri sebanyak tiga kali.

6. Menggosok Tubuh

Disunnahkan menggosok seluruh tubuh agar air merata ke setiap bagian badan.

7. Menyela Rambut dan Jenggot

Bagi yang memiliki rambut tebal atau jenggot, dianjurkan menyela-nyelanya agar air mencapai pangkal rambut.

8. Membasahi Lipatan Tubuh

Pastikan air mengenai bagian yang sering terlewat, seperti ketiak, belakang telinga, sela jari, dan lipatan kulit lainnya.

Adakah Doa Khusus Setelah Mandi Wajib?

Tidak terdapat doa khusus yang diwajibkan setelah mandi junub. Namun, sebagian ulama menganjurkan membaca doa setelah wudhu apabila berwudhu dalam rangkaian mandi wajib.

Selain itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir dan doa setelah selesai bersuci.

Hal yang paling utama adalah memastikan seluruh rukun mandi wajib telah terpenuhi sesuai tuntunan syariat. (*)